18 Saksi Tragedi Kanjuruhan Mendapatkan Perlindungan LPSK

18 Saksi Tragedi Kanjuruhan Mendapatkan Perlindungan LPSK

Sekitar 18 orang saksi dalam tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo menjelaskan jika perlindungan ke korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan itu disamakan dengan keperluan masing-masing saksi. “Sampai saat ini ada 18 orang yang diproteksi terdiri dari korban dan keluarga korban,” kata Hasto di Malang.

Hasto menerangkan perlindungan yang diberi untuk korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan itu dapat berbentuk pengiringan fisik atau prosedural. Pengiringan prosedural itu diberi untuk saksi saat diminta info Penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Hindari usaha gertakan

Menurut dia, perlindungan itu diberi LPSK untuk beberapa saksi buat jaga korban atau keluarga korban dari upaya-upaya gertakan. Perlindungan itu diberi supaya beberapa saksi tidak alami penekanan pada proses hukum yang sekarang ini jalan.

“Kami jaga untuk memberi perlindungan ke korban dan keluarga korban supaya tidak terancam dan terancam. Bila membutuhkan perlindungan fisik, kita beri,” katanya.

Sebagai info, LPSK memberi perlindungan menempel ke salah satunya keluarga korban, yaitu Devi Athok. Devi Athok sebagai ayah dari 2 orang korban wafat berinisial NBR (16) dan NDA (13) yang diautopsi pada Sabtu (5/11).

Awalnya, Devi Athok sempat menggagalkan perlakuan autopsi ke ke-2 anaknya. Waktu itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengatakan pihak keluarga korban tidak menyepakati proses autopsi.

Seperti beritakan, pada Sabtu (1/10), terjadi kekacauan selesai laga di antara Arema FC menantang Persebaya Surabaya dengan score akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kekalahan itu mengakibatkan beberapa supporter turun dan masuk ke tempat lapangan.

See also  Gelak Tawa Hias Sidang "Obstruction of Justice" Pembunuhan Brigadir J, Karena Beskal Ini...

Karena peristiwa itu, sekitar 135 orang disampaikan wafat karena tulang patah, trauma di kepala, leher, dan asfiksia atau kandungan oksigen pada tubuh menyusut. Disamping itu, disampaikan ada ratusan orang alami cedera enteng dan berat.

 

Check Also

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Richard Eliezer Pudihang Lumiu …