5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E terang-terangan berkaitan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Kesaksian itu dikatakan Bharada E saat jadi saksi mahkota tersangka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Bharada E dan Deretan Terang-terangan
1. Bharada E sebutkan istri Sambo turut dengar gagasan pembunuhan Brigadir J

Bharada E menyebutkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, turut dengarkan saat suaminya itu membuat gagasan pembunuhan pada Brigadir J di dalam rumah Jalan Saguling 3 pada 8 Juli kemarin. Dalam kesaksiannya pada sidang kemarin, Bharada E bercerita dianya diundang Ricky Rizal atas perintah Ferdy Sambo naik ke lantai tiga rumah Saguling. Ia juga lalu segera menjumpai panggilan itu. Dan Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf berada di lantai bawah bersama Brigadir J.

Sesudah diminta duduk, Bharada E selanjutnya ditanyakan berkaitan apa dianya ketahui kejadian di Magelang. Ia juga akui tidak paham. Saat ke-2 nya tengah terlibat perbincangan, tidak lama berlalu Putri Candrawathi tiba dan duduk dari sisi Ferdy Sambo. Sambil menangis, istri Sambo berbicara jika Brigadir J sudah berbuat tidak etis dianya. Bharada E akui terkejut karena tidak paham menahu, walau sebenarnya dianya juga menemani keluarga Sambo di Magelang waktu itu.

“Selang beberapa saat Ibu PC tiba dan duduk dari sisi Pak FS di sofa panjang. Baru ia ngomong, nangis, Yang Mulia. ‘Yosua telah berbuat tidak etis Ibu’,” kata Richard Eliezer.

2. Ferdy Sambo memerintah tembak Brigadir J dan janji berikan pembelaan

Menurut kesaksian Bharada E, sesudah dengar pengucapan istrinya, dengan geram dan wajahnya merah, Ferdy Sambo menjelaskan Brigadir J sudah mengejek martabatnya. Ia menyebutkan pengawalnya itu berlaku kurang ajar dan tidak menghargakan dianya sebagai atasan. Di muka Bharada E, mantan Kadiv Propam Polri itu berkata Brigadir J harus mati.

See also  Sandiaga Uno Sebutkan Gagasan Biaya Masuk Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Diurungkan

“Mati anak ini (Brigadir J),” kata Bharada E menutur ulangi perkataan Ferdy Sambo.

Kemudian, kata Bharada E, Ferdy Sambo selanjutnya memerintah dianya untuk tembak Brigadir J. Atasannya itu janji akan memberi pembelaan. Masalahnya bila Ferdy Sambo sendiri yang lakukan penembakan, ia menyebutkan tidak ada yang beli mereka. “Kelak kau yang tembak Yosua ya karena kamu yang tembak Yosua, saya yang hendak bela kamu. Jika saya yang tembak, tidak ada yang bela kita,” kata Bharada E tirukan instruksi atasannya itu.

3. Bharada E sebutkan Ferdy Sambo turut tembak untuk pastikan kematian Brigadir J.

Dalam tuduhan yang dibacakan jaksa pada 17 Oktober lalu, Bharada E disebutkan tembakkan pistol Glock-17 MPY851 sekitar 3-4 kali dari arah depan Yosua di Duren Tiga pada 8 Juli 2022. Sesudah dihujani shooting, Brigadir J disebutkan jatuh telungkup.

Dalam kesaksiannya Bharada E menyebutkan waktu itu Brigadir J masih hidup dan mengeluh kesakitan. Dengan menggunakan sarung tangan, Ferdy Sambo mendekati badan kritis pengawalnya itu. Lalu ia tembakkan peluru ke belakang kepala untuk pastikan kematian Brigadir J.

4. Bharada E sebutkan Ferdy Sambo menjelaskan salah senjata sambil ketawa

Dalam kesaksiannya pada sidang kemarin, Bharada E menjelaskan Ferdy Sambo sempat ketawa saat berkali-kali menjelaskan padanya dan Ricky Rizal salah menggunakan senjata saat membunuh Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. “Waktu itu di tempat tinggal (rumah Saguling) . Maka waktu itu ada saya dan Bang Ricky juga. Sempat beliau berkali-kali kali ngomong ke kami sekalian tertawa, sempat ngomong salah gunakan senjata,” kata Bharada E ke jaksa penuntut umum. Jaksa juga memverifikasi berkaitan pengakuan Bharada E yang menyebutkan Ferdy Sambo ketawa. Bharada E benarkan pengakuannya itu

5. Ferdy Sambo masih mengontak Eliezer selesai pembunuhan untuk pastikan scenario

See also  Bantu Sistem Proporsional Tertutup, Hamda Zoelva Sebutkan Supremasi Parpol masalah Penetapan Caleg Dapat Diperhitungkan

Bharada E menyebutkan jika Ferdy Sambo masih berbicara dengan dianya sesudah pembunuhan pada Brigadir J. Bahkan juga, saat dianya dibawa ke basis Brimob untuk ditahan, komunikasi masih tetap jalan lewat WhatsApp.

Jaksa juga menanyakan ke Bharada E hal apa yang dikatakan Ferdy Sambo ke dianya. Bharada E atau Richard Eliezer menjelaskan atasannya itu menghubungi dianya supaya dia masih tetap sampaikan jawaban sama sesuai scenario “Menghubungi supaya saya masih tetap berikan sama seperti yang scenario,” tutur Bharada E terang-terangan.

 

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …