Anies di Depan Rizieq: Langkah yang Dilaksanakan Tidak Selalu Disongsong di Kota ini

Anies di Depan Rizieq: Langkah yang Dilaksanakan Tidak Selalu Disongsong di Kota ini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampaikan terima kasih sudah diberi support oleh bekas pentolan FPI Rizieq Shihab. Hal tersebut dikatakan ke Rizieq saat maulid Nabi Muhammad di Petamburan, Jakarta Pusat. Anies akan selekasnya menuntaskan periode kedudukannya sebagai gubernur.

“Perkenankan saya dalam kesempatan kali ini mengutarakan perasaan terima kasih atas doa, atas support, atas perhatian yang diberi sepanjang kami bekerja. Habib Rizieq, pekan kedepan saya usai bekerja di Jakarta. Doakan saya dapat husnul khotimah,” tutur Anies disaksikan dari siaran YouTube.

Anies menjelaskan, sepanjang pimpin Jakarta telah berusaha mendatangkan keadilan sosial. Tetapi, apa yang dia sudah lakukan di ibukota tidak selamanya memperoleh tanggapan baik oleh beragam kemampuan di Jakarta.

“Dan cara yang sudah dilakukan tidak selamanya disongsong gegap gempita dari beragam kemampuan yang berada di kota ini, tetapi InsyaAllah kita selalu memercayakan, hanya satu unggulan kita cuma Allah. Lakukan semua meskipun hadapi rintangan yang berat, tawakal ke Allah, dibukakan jalannya,” katanya.

Dia akui diberi jalan saat berasa yang dilaluinya buntu. Hal tersebut karena kemampuan doa. Anies mengharap apa yang dia sudah lakukan di Jakarta dapat dipertahankan.

“InsyaAllah apa yang telah ditangani di Jakarta semoga dapat dipertahankan, situasi ketenangan, keteduhan, kenyamanan ini dapat kita lakukan. Tetapi saya kerap berikan, tidak ada kenyamanan, keteduhan, pada kondisi situasi ketidakadilan. Tanpa keadilan mustahil ada kenyamanan dan keteduhan. Yang bernama persatuan, kenyamanan, ketentuannya ialah keadilan, dan itu yang mencoba kita aplikasikan di sini,” katanya.

Dia juga memberikan contoh, beberapa warga miskin di Jakarta terancam tidak punyai rumah karena harga tanah yang naik terus.

See also  Koalisi Penunjang Anies Baswedan Belum Dideklarasikan, PKS: Fondasi Dahulu Diperkokoh

Hal tersebut karena pajak bumi bangunan yang terus naik. Hingga masyarakat miskin tersisih, dan cuma orang punyai uang yang tinggal.

“Pernah Jakarta PBB naik 500 %, itu maknanya kota ini, pemerintahnya, membuat yang miskin harus berpindah dari dalam Jakarta. Yang sosial-ekonominya rendah tidak sanggup membayar pajak. Keluar satu-persatu, satu-persatu. Yang masuk siapa? Yang punyai uang. Itu tidak pernah dipandang permasalahan di kota ini,” tutur Anies.

Misalkan wilayah Kebon Kacang mulai jadi tempat elite. PBBnya telah naik jauh. “Jika tidak punyai cukup penghasilan mustahil cukup buat bayar pajak pada tempat ini. Apa lagi jika tinggalnya di kawasan-kawasan lain. Ada banyak orang setahun itu bayar pajak sampai 100 juta, 180 juta, 60 juta, 40 juta, yang angkanya angka fenomenal,” ucapnya.

Tetapi, Anies mengeklaim 85 % rumah di Jakarta sudah bebas PBB. Cuma 15 % yang bayar yakni beberapa orang dengan ekonominya kuat. “Agar kita yang sebagian besar ekonominya tidak kuat, tidak harus tersingkir dari tanah ini,” paparnya.

“Saya titip pada semua, tolong ini dijagain, jika ini dibalikkan dinaikkan hebat, karena itu yang terjadi pengosongan kota pada mereka yang ekonominya rendah,” kata Anies.

 

Check Also

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia Menteri Pekerjaan Umum dan …