Bamsoet Dorong Kemenkes dan Polri Lacak Habis Kasus Masalah Ginjal Akut Anak

Bamsoet Dorong Kemenkes dan Polri Lacak Habis Kasus Masalah Ginjal Akut Anak

Ketua MPR RI sekalian Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo memberikan dukungan beragam usaha pemerintahan lewat Kementerian Kesehatan di bawah kepimpinan Menteri Budi Gunadi Sadikin tangani masalah ginjal akut progresif Atipikal/Acute Kidney Injury (AKI) pada anak, terutamanya anak di bawah umur lima tahun.

Kementerian Kesehatan bersama BPOM, Pakar Pandemiologi, IDAI, Farmakolog dan Puslabfor Polri sudah lakukan pemeriksaan laboratorium untuk pastikan pemicu tentu dan factor resiko yang mengakibatkan masalah ginjal akut.

Hasil dari pemeriksaan, Kementerian Kesehatan pastikan tidak terdapat bukti jalinan peristiwa masalah ginjal akut dengan Vaksin COVID-19 atau infeksi COVID-19. Karena masalah gagal ginjal akut secara umum serang anak umur kurang dari enam tahun, sementara program vaksinasi belum mengarah anak umur 1-5 tahun.

Sangkaan paling besar pemicu masalah ginjal akut itu karena pasien konsumsi beberapa obat sirup yang terkontaminasi senyawa kimia seperti etilen glikol, dietilen glikol, dan etilen glikol butyl ether/EGBE, melewati tingkat batasan aman yang dibolehkan. Seperti dikatakan WHO saat mendapati kasus sama di Gambia, Afrika.

Bamsoet menjelaskan bila betul bisa dibuktikan menyalahi ketentuan, produsen obat sirup itu harus bertanggung jawab tindakannya di depan hukum.

“Kejadian ini jadi teguran keras untuk BPOM untuk tingkatkan peranannya saat lakukan intelijen dan penyelidikan di bagian pemantauan Obat dan Makanan sama sesuai ketetapan Ketentuan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 mengenai Badan Pengawas Obat dan Makanan dan ketentuan perundangan berkaitan yang lain,” tutur Bamsoet selesai berjumpa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta.

Ketua DPR RI ke-20 dan mantan Ketua Komisi III DPR RI sektor Hukum, HAM, dan Keamanan ini menerangkan, sebagai wujud mengantisipasi, Kementerian Kesehatan sudah melaunching sekitaran 91 daftar obat sirup yang mempunyai kemiripan dimakan oleh pasien masalah ginjal akut.

See also  Dinkes Jawa tengah Sebutkan Ada Pasein Gagal Ginjal Akut tetapi Tidak Konsumsi Obat Sirop

Kementerian Kesehatan telah minta tenaga medis pada sarana servis kesehatan untuk saat ini tidak memberi resep beberapa obat berbentuk sediaan cair/sirup, sampai hasil pencarian dan riset habis. Sekalian minta semua apotek untuk saat ini tidak jual obat bebas dan/atau bebas terbatas berbentuk cair/sirup ke warga sampai hasil pencarian dan riset habis.

Bukan hanya Indonesia, dunia alami hal sama. Kasus masalah ginjal akut di dunia telah capai sekitaran 13 juta kasus, kematian capai 1,tujuh juta, dengan negara berkembang menyumbangkan 85 % kasus. Sampai 21 Oktober 2022, Kementerian Kesehatan memberikan laporan di Indonesia telah ada 241 kasus masalah ginjal akut dengan angka kematian 133 kasus atau 55 %.

“DKI Jakarta jadi yang tertinggi dalam jumlah 57 kasus dengan 28 salah satunya wafat. Mudah-mudahan dengan gerak cepat Kementerian Kesehatan dan Polri, kasus ini tidak menebar luas, hingga anak-anak kita tak perlu jadi korban,” papar Bamsoet.

Check Also

Narasi Relawan SDN Pondokcina 1, Pemerintah Kota Depok Mengancam Usir Siswa, Orang Tua dan Guru

Narasi Relawan SDN Pondokcina 1, Pemerintah Kota Depok Mengancam Usir Siswa, Orang Tua dan Guru …