Biaya LRT Jabodebek Telah Disodorkan ke Kemenhub, Berapakah Besarannya?

Biaya LRT Jabodebek Telah Disodorkan ke Kemenhub, Berapakah Besarannya?

Kepala Seksi LRT Jabodetabek dari PT KAI (Persero) Mochamad Purnomosidi menjelaskan pihaknya telah megajukan biaya LRT Jabodebek ke Kementerian Perhubungan. Menurutnya, yang disodorkan PT KAI biaya tara-rata sebesar Rp 15 ribu dan akan progresif semakin bertambah tiap semakin bertambah jarak km tertentu.

“Yang disodorkan KAI itu average, rerata itu di Rp 15 ribu ya. Berkaitan dengan biaya ini telah kita kerjakan pengkajian,” tutur ia di Depo LRT Jabodebek, Bekasi, Jawa Barat.

Disamping itu, Purnomosidi menambah, pihaknya memberi beberapa opsi dimulai dari biaya naik Rp 3 ribu atau Rp 5 ribu tiap jarak semakin bertambah per kilometernya, sama dengan KRL Commuter Line. Dan biaya dalam jarak paling jauh, ia berkata, yang diusulkan ialah Rp 24 ribu sampai Rp 25 ribu.

“Kami masih menanti penentuan dari pemerintahan, terutamanya Kementerian Perhubungan,” sebut ia. “Biaya Rp 15 ribu itu rerata . Maka jika kita kalkulasi jumlah keseluruhan dipisah dalam jumlah penumpang itu kurang lebih biaya itu besarannya Rp 15 ribu ya.”

Ada juga masalah penumpang, Purnomosidi menjelaskan, berdasar pengkajian perkiraannya kurang lebih 137 ribu setiap hari. “Itu berdasar pengkajian yang 2x sudagh kita koreksi, saat sebelum pandemi dan sesudah pandemi, itu penumpang kita kurang lebih 137 ribu setiap hari perkiraan kita,” papar ia.

LRT Jabodebek ditarget bekerja pada Juli 2023. Sampai sekarang ini project vital nasional atau PSN itu telah capai 88,4 % perkembangan pembangunannya. Menurutnya, sekarang ini cuma tersisa masalah pengetesan di lintasi servis satu, dua, tiga, dan depo. Adapun secara infrastruktur, Purnomosidi menerangkan, semuanya sudah usai.

“Saat ini kita mengetes, bagaimana hilangkan peranan atau peranan seorang masinis. Kita menghilangkan, kita ganti dengan sistem,” sebut ia.

See also  Polisi Cabut Ijin Berdendang Bergoyang Festival, Panitia Dipandang Abai Peringatan

Untuk tes lintasi servis satu, dikatakannya telah usai. Bahkan juga, kata Purnomosidi, kereta juga dicoba oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi di akhir tahun kemarin. Sekarang ini pengetesan berubah ke lintasi servis dua yaitu dari Stasiun Cawang sampai ke Dusun Atas.

“Paralel kita menuntaskan lintasi servis tiga, dari Cawang sampai ke Jatimulya atau Bekasi Timur. Paralel depo kita tuntaskan, jadi kelak gerakan kereta dari main land ke depo untuk kita tuntaskan,” papar Purnomosidi.

Ia menjelaskan jika pihaknya percaya diri Juli 2023, sama sesuai sasaran, LRT Jabodebek dapat dioperasionalkan secara komersil. “Sesuai yang dikatakan Presiden Jokowi beberapa lalu,” kata Purnomosidi.

Sepur kilat itu memakai sistem Communication-Based Train Kontrol (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) tingkat 3. Sistem CBTC sebagai sistem operasionalisasi kereta berbasiskan komunikasi. Hingga, sistem bisa menjalankan kereta dan memproyeksikan agenda secara automatis dari pusat kendalian operasi, dan tanpa masinis.

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …