Dody Prawiranegara Berjumpa LPSK, Adriel: Minta Pejabat Negeri, Teddy Minahasa Masih Jenderal Aktif

Dody Prawiranegara Berjumpa LPSK, Adriel: Minta Pejabat Negeri, Teddy Minahasa Masih Jenderal Aktif

Tim penasihat hukum terdakwa kasus narkoba AKBP Dody Prawiranegara dan teman-teman pastikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sudah menjumpai client-nya, Doddy, Linda, dan Arif. Petugas LPSK itu menjumpai langsung Dody dkk untuk ajukan permintaan pelindungan dan justice collaborator (JC) di Polres Jakarta Selatan dan lakukan diskusi sepanjang 4 jam.

“Tatap muka itu dari siang sampai sore. Kemudian, petugas LPSK itu mengatakan arsip komplet,” papar Adriel Viari Purba, Koordinator Tim Penasihat Hukum AKBP Dody dkk.

Adriel menjelaskan, walau pihak LPSK sudah mengatakan arsip komplet, tetapi mereka akan meneliti dan mempelajari kembali saat sebelum memutuskan keputusan akhir. Ia mengharap, permintaan beberapa client-nya menjadi JC bisa diwujudkan.

“Kami mengharap proses pengkajian dan penelitian dapat berjalan mulus dan cepat dan permintaan client kami diwujudkan,” tutur Adriel.

Adriel memandang, permintaan pelindungan dan sebagai JC untuk client-nya sangat penting. Ingat terdakwa yang lain seperti Teddy Minahasa masih dengan status aktif sebagai jenderal aktif.

Dengan demikian, client-nya akan kesusahan ungkap kebenaran kasus ini jika tidak dijadikan JC dan memperoleh pelindungan dari LPSK. Seperti awalnya, ia mengatakan ada kesusahan menuntaskan kasus yang mengikutsertakan bawahan dan pimpinan.

“Masalahnya seperti kata Pak Menko Polhukam (Mahfud MD) ada kendala psiko-hirarki (status Teddy dan Dody ialah pimpinan-bawahan) dan psiko-politis (sebagai jenderal aktif, Pak Teddy masih mempunyai jaringan yang luas). Itu penyebabnya, kami benar-benar mengharap ke LPSK dan pejabat negeri ini untuk memberikan perhatian lebih pada kasus ini,” papar Adriel.

Profesi Dody Prawiranegara

Kasus sangkaan peredaran narkoba tipe sabu yang mengikutsertakan mantan Kapolda Sumatra Barat, Teddy Minahasa, ikut menggeret beberapa anggota kepolisian. Satu diantaranya bekas Kapolres Bukittinggi, Ajun Komisaris Besar Dody Prawiranegara. Lantas, siapa sebetulnya sosok Dody Prawiranegara ini?

See also  Bank DKI Catatkan Kinerja Positif, Keuntungan Bersih Rp 726 miliar

Dody Prawiranegara terdaftar sebagai alumnus Sekolah tinggi Polisi 2001. Sesudah lulus, Dody mengawali profesinya sebagai perwira pertama di Polda Jawa Timur. Adapun beberapa kedudukan yang sempat dijalankan Dody yakni Kapolsek Singosari, Malang, Jawa timur, pada 2005. Satu tahun selanjutnya, Dody jadi Kapolsek Klojen, Malang. 2 tahun berlalu, ia dipindah ke Bali dan dipilih sebagai Kapolsek Kuta, Badung.

Saat sebelum di Sumbar, pada 2014, Dody dipilih sebagai Wakapolsek Tamansari, Jakarta Barat. Sesudah itulah dimutasi ke Aceh dan jadi Pamen Polda di situ pada 2015. Seterusnya, pada 2016, Dody dipindah ke Jawa Barat dan memegang Kasubdit 3 Ditreskrimsus Polda Jawa Barat. Ia sempat juga jadi Penyidik Madya l Ditresnarkoba Polda Jawa barat semenjak 19 Juli 2019. Awalnya Dody dipercaya memikul kedudukan sebagai Kabag Ops Polrestabes Bandung.

Sekarang ini Dody Prawiranegara memegang sebagai Kabagada Rolog Polda Sumbar. Profesi kepolisiannya di Sumbar diawali semenjak 2 September 2019 lalu. Berdasar telegram Kapolri nomor: ST/2317/IX/KEP/2019, Dody dimutasi sebagai Kapolres Mentawai. Di Tanah Minang, sesudah memegang sebagai Kapolres Mentawai, Dody lalu dimutasi jadi Kapolres Bukittinggi. Pria kelahiran 4 Juli 1977 ini memegang sepanjang satu tahun, 10 bulan, 7 hari.

Kedudukan Dody sebagai Kapolres Bukittinggi selanjutnya diganti AKBP Wahyuni Sri Lestari. Dalam pada itu Dody dipindah ke Polda Sumbar. Merilis situs humaspolresbukittinggi.com, di bawah kepimpinan Dody, Polres Bukittinggi mencatatkan banyak prestasi. Satu diantaranya pengungkapan kasus Sabu seberat 41,4 kg. Tanda bukti sabu itu dikatakan sebagai salah satunya yang paling besar di Indonesia.

Tetapi pada akhirnya Dody sekarang terancam pidana dan Penghentian Tidak Dengan Hormat atau PTDH. Pria yang sekarang berumur 45 tahun itu jadi terdakwa penyimpangan kuasa. Ia diperhitungkan menggelapkan tanda bukti sabu itu bersama Teddy Minahasa. Ke-2 nya dijaring dengan pasal 114 ayat 2 subsider pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Penyimpangan Narkotika.

See also  Polisi: Status Enam Orang yang Diamankan Di Kampung Bahari Masih Dalam Penyelidikan

 

Check Also

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar Dalam kurun waktu dekat …