Erupsi Gunung Semeru Langsung Berkurang? Ini Hasil Pengamatan Hari Ini

Erupsi Gunung Semeru Langsung Berkurang? Ini Hasil Pengamatan Hari Ini

Satu hari sesudah penentuan status Awas, Gunung Semeru terekam sempat melepas awan panas, walau tidak semasif kemarin. Awan panas luruhan ini hari capaiannya satu dan tujuh km ke tenggara.

“Erupsi-erupsi kecil masih tinggi. Supply magma masih terjadi. Dinamika di titik erupsi di atas masih tinggi,” kata Koordinator Gunung Api di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Oktory Prambadadia, saat dijumpai di kantornya.

Oktory menjelaskan, erupsi dan awan panas luruhan ialah dua proses yang lain. Erupsi dikatakannya selalu terjadi nyaris setiap waktu di Gunung Semeru. Sama seperti yang terakhir terjadi, PVMBG menulis 10-40 kali setiap hari atau bahkan juga dapat tiap 15 menit.

“Resiko dari erupsi itu ialah penimbunan material. Dan penimbunan material saat tidak imbang pada akhirnya ambruk atau longsor yang dikenali sebagai awan panas luruhan,” kata Oktory.

Oktory menjelaskan, awan panas di hari ini terlihat terjadi sekali pada masa jam 00.00 sampai 06.00 WIB yang capaiannya 1 km. Kemudian awan panas terekam pada jam 12, capai jarak 7 km. Sebagai pembeda awan panas luruhan pada Minggu capai 13 km.

“Maknanya material yang terakumulasi sejauh ini dilongsorkan kemarin, dan mayoritas telah dilongsorkan berbentuk awan panas. Tinggal beberapa jumlah kembali yang belum turun,” papar Oktory.

Adapun erupsi ini hari dicatat telah 28 kali berbentuk erupsi kecil dengan ketinggian abu vulkanik 700 mtr.. Oktory mengharap warga betul-betul patuhi referensi Badan Geologi untuk memperhitungkan teror bahaya letusan Gunung Semeru.

“Kami meminta sederhana saja, taati peta KRB (Pengkajian Resiko Bencana) ini saat kegiatannya (Semeru) masih tinggi. Maknanya tidak melakukan aktivitas di zona merah,” katanya mengarah, diantaranya, radius 8 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan 17 km sejauh Jenguk Kobokan dari puncak di bidang tenggara.

See also  Kompolnas Ingatkan Ferdy Sambo Masih Punyai Loyalis yang Punyai Hutang Budi

Oktory menjelaskan jika semua perlengkapan yang terpasang untupengamatan kegiatan Gunung Semeru sampai sekarang masih aktif. Terkecuali satu CCTV yang ada di jalur pelintasan awan panas luruhan. “Kami memasangkan 4 CCTV saat sebelum peristiwa, itu tiga bulan kemarin,” katanya.

Kepala PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan menjelaskan, kegiatan Gunung Semeru condong berkurang semenjak Minggu, jam 13.30 WIB. Awan panas ini hari dikatakannya kecil saja, dan “Lahar dingin tidak besar sepanjang kurang lebih 2 jam.”

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …