Gelak Tawa Hias Sidang “Obstruction of Justice” Pembunuhan Brigadir J, Karena Beskal Ini…

Gelak Tawa Hias Sidang “Obstruction of Justice” Pembunuhan Brigadir J, Karena Beskal Ini…

Sidang kelanjutan obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat dengan tersangka Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tampilkan peristiwa unik, Kamis.

Salah satunya kuasa hukum Hendra Kurniawan yang awalnya sedang cecar saksi Agus Saripul Hidayat tiba-tiba menyorot beskal penuntut umum yang datang ke ruangan sidang. Beskal itu kelihatan memakai sandal.

“Ijin, Yang Mulia, awalnya kami menanyakan ke Yang Mulia, apa di persidangan ini dibolehkan memakai sandal, Yang Mulia?” ungkapkan advokat Hendra. “Apa karena kakinya sakit apa bagaimana?” bertanya ia.

Hakim Ahmad Suhel awalannya belum mengetahui siapakah yang diartikan kenakan sandal. “Siapakah yang gunakan sandal?” bertanya Ahmad. Langsung, beskal penuntut umum yang diartikan mengacung tangan dan bicara.

Dia lalu menerangkan argumennya memakai sandal yang selanjutnya disongsong tawa peserta di ruangan sidang.

“Saya, Yang Mulia,” kata beskal itu. “Mengapa?” bertanya Ahmad. “Kuku habis patah, Yang Mulia,” jawabannya. Hakim selanjutnya tidak mempersoalkan hal tersebut. “Cukup, ya,” sebutkan Ahmad.

Sebagai info, Hendra dan Agus dituduh beskal sudah lakukan perintangan proses penyelidikan pengusutan kematian Brigadir J bersama Ferdy Sambo, Bijak Rahman, Baiquni Wibowo, Chuck Putranto, dan Irfan Widyanto.

Tujuh tersangka dalam kasus ini dijaring Pasal 49 jo Pasal 33 UU Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Mereka disebutkan beskal mengikuti perintah Ferdy Sambo yang saat itu memegang sebagai Kepala Seksi Karier dan Penyelamatan (Kadiv Propam) Polri untuk hapus CCTV pada tempat peristiwa kasus (TKP) lokasi Brigadir J meninggal.

See also  Kompolnas Ingatkan Ferdy Sambo Masih Punyai Loyalis yang Punyai Hutang Budi

“Tindakan tersangka mengusik mekanisme electronic dan/atau menyebabkan mekanisme electronic jadi tidak bekerja seperti mestinya,” tutur beskal membacakan surat tuduhan dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu kemarin.

Seterusnya, beberapa tersangka dijaring dengan Pasal 48 jo Pasal 32 Ayat (1) UU No.19 Tahun 2016 mengenai Peralihan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Beberapa tersangka menyengaja dan tanpa hak atau menantang hukum dengan apa saja mengganti, menambahkan, kurangi, lakukan transmisi, menghancurkan, hilangkan, mengalihkan, sembunyikan satu Info Electronic dan/atau Document Electronic punya seseorang atau punya khalayak,” lanjut beskal.

Disamping itu, beberapa anggota polisi yang saat itu sebagai anak buah Sambo dijaring dengan Pasal 221 Ayat (1) kedua jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …