Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Dalam kurun waktu dekat Koalisi Partai Gerindra dan PKB akan dengan cara resmi membangun sekretariat bersama (sekber). Sekarang ini penyiapan pengesahan kantor tinggal menyelesaikan beberapa hal tehnis. Begitu dikatakan Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Gagasan membuat sekber ke-2 partai ini berjalan di tengah-tengah hempasan rumor penjodohan pasangan Pemilihan presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo yang muncul, di mana dijumpai bila PKB masih kokoh untuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin masih tetap digotong.

“Sementara sekretariat bersama walau belum disahkan, kami seringkali kumpul bersama komunikasi di situ, lakukan mapping-mapping. Ini cuma menyamakan waktu saja,” Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad ke reporter.

“Saat Pak Prabowo dan Pak Muhaimin dapat, ya kan Pak Prabowo kemarin banyak ditugaskan Presiden ke luar negeri ke Beijing, Kamboja dan G20 kemarin,” lebih ia.

Hingga, Dasco menjelaskan bila pengesahan sekber ke-2 partai ini tinggal menanti di antara persetujuan Prabowo dan Cak Imin, paling lama ditarget sampai tahun akhir 2022.

Adapun masalah ulasan Calon presiden dan Calon wakil presiden dari ke-2 partai ini, kata Dasco, selalu diulas dengan hasil pada keputusan akhirnya masing-masing ketua umum nanti

“Ya sebetulnya kan begini, permasalahan penetapan calon presiden dan calon wakil presiden itu diberikan ke ke-2 ketua umum partai. Jika selanjutnya satu dan lain perihal diantaranya waktu, itu perbincangan belum usai ya kita nantikan saja,” terangnya.

Hingga, Dasco menjelaskan jika ulasan masalah siapakah yang akan digotong untuk kontestasi Pemilihan presiden 2024 kelak tidak kaku, dengan menanti pengesahan sekber, karena ulasan calon presiden dan calon wakil presiden dapat berjalan kapan saja.

See also  Koalisi Penunjang Anies Baswedan Belum Dideklarasikan, PKS: Fondasi Dahulu Diperkokoh

“Ya jika perbincangan calon presiden dan calon wakil presiden kan dapat duduk bersama kapan saja, tidak perlu cocok pengesahan sekber kan bisa juga dilaksanakan karena yang tentukan hanya 2 orang itu,” ucapnya.

“Saya pikir hitung-hitunganan tenggat saat itu tentu dihitung oleh ke-2 pimpinan partai itu. Saya berpikir ketika waktunya itu mereka akan declare-kan siapa yang hendak digotong,” lebih ia.

PKB Masih tetap Dorong Cak Imin
Awalnya, Koalisi Gerindra dan PKB ingin selekasnya menyelesaikan ulasan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan digotong di Pemilu 2022. Ini dipertegas di tengah-tengah rumor perjodohan Prabowo-Ganjar.

“Kita masih ingin pastikan dinamika penyelesaian calon presiden cawapresnya usai,” tutur Wasekjen PKB Syaiful Huda di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Sekarang ini, status PKB dan Gerindra masih menggerakkan masing-masing ketua biasanya jadi capres berdasar hasil forum paling tinggi partai.

Menurut Huda, seharusnya ada yang mengalah siapa yang hendak jadi cawapres. Di antara Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto atau Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Ini kan yang tetap diulangi oleh Cak Imin jika keduanya punyai amanat sebagai calon presiden. Harus ada yang mengalah siapa sebagai calon wakil presiden. Itu yang tetap digodok dan disiapkan untuk saat ini,” tutur Ketua Komisi X DPR ini.

PKB tidak menginginkan Prabowo terpasangkan dengan Ganjar Pranowo. Tetapi, PKB mengharap ke-2 partai menghargai persetujuan dalam piagam kerja sama yang sudah dibikin.

“PKB Gerindra masih tetap sama komit masih tetap menjaga itu. Tetapi sampai hari ini kita tidak dapat menyelesaikan jadwal siapa calon presiden dan calon wakil presiden itu,” kata Huda.

Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar
Dalam seminggu paling akhir, ada wawasan duet Prabowo-Ganjar hal tersebut diutarakan oleh Dua Sumber Politisi Gerindra. Rupanya, hal tersebut sebagai keinginan dari Presiden Jokowi. Orang nomor satu di Indonesia itu ingin, Prabowo berduet dengan Ganjar Pranowo di Pemilu 2024.

See also  Bahlil Bertanya Kapan Puan Maharani Maklumat Calon presiden di Depan Jokowi dan Ganjar

Sumber ini bercerita, pidato Jokowi di Perindo kukuhkan signal yang ketangkap sejauh ini. Jokowi serius memberikan dukungan Prabowo.

Anggota DPR RI ini mengirim hasil survei terkini IndoStrategi. Dalam survei itu, pasangan Prabowo-Ganjar mengantongi 60 % suara. Dalam kata lain, pemilihan presiden jalan satu perputaran bila pasangan ini terjadi.

Survei diadakan masa 27 Oktober-5 November 2022. Jumlah informan 1.230 orang berumur 17 tahun ke atas. Informan menyebar di 34 propinsi Indonesia. Margin of error sejumlah 2,83 %. Tingkat keyakinan 95 %.

Dalam empat replikasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Prabowo-Ganjar tertinggi yaitu 60,3 %. Di bawahnya Anies-AHY dengan 29,6 %. Bekasnya tidak menjawab.

Sumber ini mengaku, bila ambil Ganjar sebagai Calon wakil presiden, karena itu Gerindra akan bertemu dengan PDIP. Tetapi, ia percaya diri dengan jalinan ke-2 partai yang terikat lama.

 

Check Also

Gelak Tawa Hias Sidang “Obstruction of Justice” Pembunuhan Brigadir J, Karena Beskal Ini…

Gelak Tawa Hias Sidang “Obstruction of Justice” Pembunuhan Brigadir J, Karena Beskal Ini… Sidang kelanjutan …