Harga STB di Glodok Naik Tajam Sesudah Migrasi TV Analog, Paling Murah Rp 300 Ribu

Harga STB di Glodok Naik Tajam Sesudah Migrasi TV Analog, Paling Murah Rp 300 Ribu

Beberapa pemilik toko di Pusat Grosir Elektronik Glodok, Jakarta Utara, menjelaskan harga set top box (STB) bertambah tajam sehabis peraturan migrasi migrasi TV analog ke TV digital atau analog switch off (ASO) dipublikasikan. STB yang sebelumnya dipasarkan termurah di bawah Rp 100 ribu, sekarang paling rendah Rp 300 ribu atau naik sampai 3x lipat.

“Semakin naik (harga STB), sampai ada yang Rp 100 ribu saat itu (dijual), telah naik sampai dapat Rp 300 ribu,” tutur Lia, pemilik toko Elektro Jaya di Glodok, saat dijumpai di tokonya.

Dan khusus di tokonya, Lia menjelaskan harga rerata STB ialah di atas Rp 200 ribu. Walau sebenarnya saat sebelum ASO berlaku, toko itu jual STB pada harga rerata di bawah Rp 200 ribu. Lia menerangkan harga yang berjalan sekarang ini telah sesuai nilai jual dari agen distributor.

“Sebetulnya saya kasihan sama beberapa orang, hanya ingin bagaimana ya, saya dapatnya begitu, tidak kemungkinan saya jual rugi semua. Di pasarannya semua naik,” sebut Lia.

Ia juga menerangkan, beberapa toko di Glodok memasangkan harga berbeda. Ia mengatakan peningkatan harga bukan muncul karena penjual aji mumpun. Beberapa pemilik toko, kata Lia, tidak mau manfaatkan momen migrasi tv untuk menaikkan harga STB setingginya.

“Bukan lantaran aji mumpung, tidak. Ini hari karena itu banyak yang saya suruh pergi kan, esok saja karena esok barang tiba, saya telah pesan. Harga tambah murah,” papar Lia.

Toko yang lain namanya Resolution alami hal sama. Pemilik toko, Acoy, menjelaskan harga standard STB saat sebelum ASO berlaku ialah di bawah Rp 200 ribu. Saat ini, ia berkata, harga STB itu jadi Rp 250 beberapa ribu, bahkan juga ada yang Rp 300 beberapa ribu.

See also  Tayangan TV Analog Mulai Disetop Esok, Diarahkan ke Tayangan Digital

“Bervariatif harga. Telah mahal. Semua merk STB laris yang perlu ada barang. Umumnya kosong (ini hari). Ada pula stok, tetapi terbatas sich,” tutur Acoy. “Kemungkinan esok kita mencari kembali, tetapi dapat memperoleh harga mahal.”

Acoy bercerita pemasaran STB di tokonya naik mencolok sesudah Kominfo umumkan ASO atau migrasi ke TV digital di Jabodetabek. “Pemasaran naik mencolok,” sebut Acoy.

Saat sebelum ASO diterapkan, Acoy berkata, STB cuma laris terjual dua sampai tiga unit. Satu hari juga paling banter terjual lima unit. “Sesudah ASO, bergantung toko masing-masing-masing ya, terkadang ada sampai berapakah puluh, bahkan juga beberapa ratus,” papar Acoy.

 

Check Also

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia Menteri Pekerjaan Umum dan …