Hary Tanoe Klaim Pernah Usul ke Jokowi Supaya Tayangan TV Digital Jalan Simulcast

Hary Tanoe Klaim Pernah Usul ke Jokowi Supaya Tayangan TV Digital Jalan Simulcast

Bos MNC Group, Hary Tanoesoedibjo alias Hary Tanoe, mengeklaim pernah sampaikan saran ke Presiden Joko Widodo alias Jokowi masalah migrasi ke TV digital. Ia minta supaya peraturan itu jalan secara simulcast.

Maknanya, tayangan analog dan tayangan digital jalan bertepatan sampai masyarakat siap migrasi atau analog switch off itu.

“Bila ingin cepat, TV analog dilarang diperjualbelkan di pasar. Hingga, di saat masyarakat beli TV baru, yang dibeli automatis TV digital,” tutur ia melalui info yang diupload di account Instagram-nya.

Ketua Umum Partai Perindo itu memandang keputusan hentikan tayangan TV analog sama seperti dengan memaksakan masyarakat beli set top box (STB) agar melihat tayangan digital. “Secara timing keadaan ekonomi beberapa masyarakat kita buruk sekarang ini karena terdampak wabah covid-19,” sebut ia.

Hary juga mengeklaim pernah dengar instruksi Jokowi di rapat cabinet supaya berhati-hati dalam mengaplikasikan peraturan yang tersangkut masyarakat luas. “Terhitung antara implikasi ASO.”

Menurut Hary Tanoe, sekarang ini pihak yang diuntungkan ialah pabrik atau penjual STB. Karena industri itu akan kebanjiran order. “Kebalikannya yang dirugikan ialah masyarakat yang memakai TV analog yang secara umum rakyat kecil,” papar Hary Tanoe.

Menteri Kominfo Johnny Gerard Plate awalnya menjelaskan migrasi TV analog ke TV digital sebagai amanat dari UU Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja. Didalamnya disebut jika migrasi tv terestrial perlu dituntaskan paling lamban 2 November 2022.

Awalnya, tayangan TV analog telah mengudara sepanjang 60 tahun akhir sebelumnya terakhir dihentikan. Searah dengan implementasi migrasi tayangan tv atau ASO ini, pemerintahan mulai membagikan STB untuk rumah tangga miskin secara nasional.

See also  Hujan Petir Diprediksikan Landa Jakarta pada Sabtu Siang dan Sore Ini

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menjelaskan Indonesia ketinggalan dalam soal migrasi tayangan TV analog ke TV digital daripada negara ASEAN yang lain. Musababnya, beberapa negara di Asia Tenggara sudah mengumumkan pemberhentian tayangan TV analog terlebih dahulu.

“Brunei (Brunei Darussalam), misalkan, sudah hentikan tayangan TV analog pada 2017. Malaysia dan Singapura pada 2019, dan Thailand dan Vietnam 2020,” katanya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta.

Bahkan juga Mahfud menceritakan, beberapa negara di teritori Asia-Afrika sudah hentikan tayangan TV analog pada 2014 lalu. Ia memberikan contoh Aljazair, Mauritius, Namibia, dan Zambia. Dalam International Telecommunication Union (ITU) pada 2016 lalu juga, Mahfud meneruskan, ditetapkan supaya 119 negara anggota menggerakkan pemberhentian tayangan analog saat sebelum 2015.

“Indonesia sudah mengawali proses migrasi TV analog ke TV digital semenjak 2007 dengan mengikutsertakan beragam penopang kebutuhan di bidang penayangan tv,” katanya.

Check Also

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik tuntunan Direktorat Lalu Lintasi …