Hendra Kurniawan Sangkal Pencet Ismail Berlubang Buat Video Pernyataan Setoran ke Jenderal Polisi

Hendra Kurniawan Sangkal Pencet Ismail Berlubang Buat Video Pernyataan Setoran ke Jenderal Polisi

Kuasa hukum Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat, menjelaskan kliennya tak pernah tekan atau memaksakan Ismail Berlubang bohong masalah pernyataan mengenai setoran dari penambangan batu bara ilegal di Kalimantan Timur ke jenderal polisi dan beberapa perwira.

“Itu narasi ngarang (bila Hendra tekan). Itu semua perkataan Ismail Berlubang dalam keadaan mabok,” kata Henry Yosodiningrat setelah sidang obstruction of justice, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Henry, video referensi Ismail Berlubang dibikin sesudah dia memberi info dalam Informasi Acara Investigasi yang diberi tanda tangan. Tanda-tangan itu, kata Henry, dilaksanakan dengan sadar tanpa desakan. Sesudah Informasi Acara ditandatangani, video referensi dibikin untuk memperkuat karena mengikutsertakan perwira tinggi Polri dan anggota yang lain.

“Pada proses penyidikan Biro Paminal Divisi Propam Polri, video referensi bukan hanya dilaksanakan pada Ismail Berlubang saja, tapi diberlakukan sama dengan pada beberapa perwira atau anggota yang lain di Polda Kalimantan timur yang turut serta sesudah memberi info dalam Informasi Acara Investigasi yang sudah diberi tanda tangan,” katanya.

Henry sampaikan kliennya benar-benar sayangkan tersebarnya video itu, yang selanjutnya dibalas dengan sanggahhan yang menurut dia tidak beretika dan tidak patut. Masalahnya Polri sudah memperbesar Ismail Berlubang dan keluarga dengan pendapatan yang cukup sepanjang masih aktif jadi anggota Polri.

“Klien saya sebagai mantan pejabat Karo Paminal Div Propam Polri sekarang ini cuma konsentrasi pada proses persidangan pidana obstruction of justice yang berjalan,” katanya.

Henry Yosodiningrat malas masuk kasus sangkaan suap yang disebutkan dalam referensi Ismail Berlubang.

Hendra cuma tersenyum

Sementara Hendra Kurniawan cuma tersenyum dan minta media supaya bertanya hal Ismail Berlubang ke kuasa hukumnya.

See also  Wakil presiden Ma'ruf Amin Memimpin Upacara Hari Pahlawan di TMP Kalibata

“Ke advokat saja,” kata mantan Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri itu usai sidang pengecekan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Awalnya, Mantan anggota Polri, Ismail Berlubang, mengonfirmasi pengakuannya masalah sangkaan suap tambang ilegal ke beberapa perwira polisi, terhitung seorang jenderal. Ia mengatakan pengakuannya di video lama yang trending itu dibikin karena penekanan pejabat Divisi Propam Polri waktu itu.

Ihwal video trending itu, Ismail malas memberi komentar banyak. Ia mengatakan video itu sebagai video lama, tanpa mengatakan, kapan detil video itu direkam. Menurut dia, video itu sebetulnya gempuran dari perwira tinggi Polri ke perwira tinggi yang lain.

“Ini kompetisi jenderal. Kelak saya berbicara, kelak kita berjumpa,” kata Ismail pada Sabtu, 5 November 2022.

Selang beberapa saat, Ismail Berlubang. Ia menerangkan urutan alat rekaman video yang tersebar trending.

“Jadi ini, pada waktu itu saya dipaksakan referensi, saya tidak dapat. Saya dibawa ke hotel selanjutnya saya disodorin text. Itu larut malam. Betu-betul dipaksakan. Ia (seorang perwira tinggi–red.) pada kondisi mabok,” kata Ismail Berlubang.

Saat sebelum dibawa ke hotel, Ismail Berlubang awalnya dibawa ke Polda Kalimantan timur oleh pejabat Paminal waktu itu. Selanjutnya, dia dibawa hotel dan disuruh untuk membacakan text dan direkam memakai smartphone. Peristiwanya, sekitaran Februari 2022 kemarin.

Ismail Berlubang memperjelas, dia mau tak mau membaca text yang diberikan oleh pejabat Paminal Mabes Polri itu.

Awalnya dalam videonya yang trending, Ismail Berlubang mengatakan dianya memulai usaha tambang ilegal yakni batu bara tanpa konsesi ijin. Yang membuat ramai, dia akui sudah menyerahkan uang sejumlah Rp 6 miliar ke pejabat kepolisian dalam tiga tahapan pada 2021.

See also  Iwan Fals Masalah Sangkaan Ijazah Palsu Presiden: Periode Sich?

 

Check Also

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Richard Eliezer Pudihang Lumiu …