Indonesia Bersama ASEAN Bergerak Lestarikan Ekosistem Rimba dan Laut

Indonesia Bersama ASEAN Bergerak Lestarikan Ekosistem Rimba dan Laut

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong menjelaskan Indonesia sudah lakukan usaha untuk menangani rintangan dalam melestarikan teritori rimba dan laut sebagai paru-paru bumi.

Hal tersebut dikatakan Alue Dohong saat buka Pertemuan ASEAN Heritage Parks (AHP) ketujuh, yang berjalan 31 Oktober – 3 November 2022 di Bogor, Jawa Barat,

“Tutupan rimba di Indonesia lebih kurang 95 juta hektar atau sekitaran 51% dari keseluruhan luas dataran 187 juta Ha. Teritori rimba ini sebagai cadangan karbon sekalian modal khusus dalam pelindungan lingkungan dan cuaca,” terang Alue.

Menurut dia, sekarang ini ada 568 teritori diproteksi, terhitung 55 Taman Nasional di Indonesia yang menyebar dari Sabang sampai Merauke. Dimulai dari ekosistem terumbu karang di perairan laut sampai rimba alpine di ketinggian lebih dari 3.000 mtr. di permukaan laut.

Beberapa salah satunya dianggap sebagai International Recognition seperti World Heritage Site (7 unit), Biosphere Reserve (64 unit), Ramsar Site (7 unit), ASEAN Heritage Park (7 unit) dan Global Geopark (4 unit).

“Pernyataan itu sebagai bukti keutamaan teritori rimba dan laut dan keberagaman hayati Indonesia untuk kebutuhan regional dan internasional. Dan pemerintahan Indonesia sudah berusaha menangani rintangan itu,” tegas Alue Dohong.

Tetapi demikian, diperlukan keinginan yang logis, motivasi yang besar, misi yang tajam, kerja sama yang kuat dan tekad untuk membuat usaha pelestarian yang sukses dan vital sebagai pergerakan global.

“Kami pahami jika pelestarian akan betul-betul sukses bila komune dan proyek di penjuru dunia sanggup hentikan dan mengubah trend pengurangan spesies dan ekosistem. Maka dari itu, untuk merealisasikannya, kita benar-benar memerlukan alih bentuk mekanismeik,” terang Alue Dohong.

See also  Referensi TGIPF Kanjuruhan Supaya Ketua umum PSSI Mundur dari Kedudukan

Keterkaitan Warga

Dia menjelaskan, ada cara-cara untuk menerapkan alih bentuk mekanismeik itu, yakni membuat perlindungan kekuatan keberagaman hayati dan jasa lingkungan di taman nasional dengan mengikutsertakan warga sekitaran teritori lindung.

Selanjutnya tangani teritori terbuka lewat peraturan resolusi perselisihan tenurial dan restorasi ekosistem. Tingkatkan keterlibatan warga lewat kerja sama pelestarian dan pendayagunaan warga, dan tingkatkan kesadaran warga untuk jaga ekosistem rimba dan laut.

Seterusnya, memaksimalkan koordinir multi-stakeholder seperti Kementerian/Instansi lain, pemda, swasta atau faksi lain dalam memberikan dukungan peraturan pembangunan teritori yang bergesekan dengan teritori lindung. Disamping itu, tingkatkan pengendalian peningkatan teritori lindung lewat kenaikan efektifitas pengendalian teritori lindung.

“Biodiversitas ialah tulang punggung untuk kelestarian lingkungan, ekonomi dan sosial,” katanya.

Karenanya, dia ajak seluruh pihak untuk jaga dan membuat perlindungan pelestarian, selanjutnya memakainya secara terus-menerus.

Dia mengharap pertemuan ini akan meluaskan peranan AHP dalam pelindungan ekosistem dan rekondisi wabah. Menurut dia penting tingkatkan kesadaran mengurus teritori yang kaya dengan keberagaman hayati secara efisien.

Selanjutnya mempromokan kerja-sama yang semakin besar antara beberapa negara Anggota ASEAN (AMS) dalam melestarikan dan mengurus teritori lindung.

7 Taman Nasional Jadi ASEAN Heritage Parks

Hingga kini, telah ada 51 AHP di negara ASEAN yang terbagi dalam 33 teritori terestrial, 9 teritori laut dan 9 teritori tempat basah.

Indonesia sendiri mempunyai 7 Taman nasional yang dideklarasikan jadi ASEAN Heritage Parks yakni Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Kepulauan Seribu, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Taman Nasional Wakatobi dan Taman Nasional Lorentz.

Pertemuan AHP ketujuh ini didatangi lebih dari 300 peserta terbagi dalam AWGNCB, AHP Manager, ACB,anggota negara ASEAN, partner organisasi AHP, warga lokal, barisan anak muda.

See also  4 Fakta Persidangan Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf: Permintaan Maaf yang Telat, Sangkal Bercekcok

Pada pengujung acara, peserta akan lakukan lawatan lapangan ke Taman Nasional Gunung Besar Pangrango sebagai salah satunya contoh pengendalian teritori pelestarian di Indonesia.

Check Also

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik tuntunan Direktorat Lalu Lintasi …