Irjen Teddy Minahasa Mencabut BAP, Hotman Paris: Barang Bukti Sabu Masih Utuh

Irjen Teddy Minahasa Mencabut BAP, Hotman Paris: Barang Bukti Sabu Masih Utuh

Kuasa hukum Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris mengatakan client-nya mengambil semua berita acara pemeriksaan (BAP) kasus sangkaan peredaran narkotika yang mengikutsertakannya. Teddy mengeklaim tidak ada hubungannya sama barang bukti sabu kasus itu.

“Ini hari Teddy Minahasa dalam BAP-nya mengatakan mengambil semua BAP sebagai terdakwa baik BAP pertama dan ke-2 dan cabut BAP yang sempat diberi sebagai saksi terdakwa Dody dan terdakwa Linda,” kata Hotman Paris di Polda Metro Jaya.

Hotman Paris mengeklaim tanda bukti sabu dalam dalam kasus itu tidak ada hubungannya dengan mantan Kapolda Sumatera Barat itu.

“Karena semua tanda bukti yang jadi object dalam kasus ini tidak ada hubungannya dengan Teddy Minahasa, karena tanda bukti yang diambil alih pada kasus itu masih tetap ada utuh,” katanya.

Awalnya, Irjen Teddy Minahasa diputuskan sebagai terdakwa sangkaan peredaran narkoba tipe sabu. Ia diperhitungkan memerintah AKBP Dody Prawiranegara, yang waktu itu memegang Kapolres Bukittinggi, untuk mengganti 5 kg tanda bukti sabu dengan tawas. Beberapa sabu itu lalu disebarkan ke Jakarta, terhitung ke Daerah Bahari, Jakarta Utara.

Tetapi Hotman menjelaskan, sabu 5 kg itu masih tetap ada. “Sesudah dilihat, semua tanda bukti yang dipandang 5 kg disebarkan itu, masih tetap ada utuh diletakkan oleh kejaksaan sebagai bukti dalam persidangan tersangka yang berada di Bukit Tinggi,” kata Hotman.

Teddy Minahasa Diputuskan Terdakwa
Awalnya, penyidik Polda Metro Jaya sudah memutuskan bekas Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa sebagai terdakwa pada Jumat, 14 Oktober 2022. Ia ditahan di Rumah Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya semenjak 24 Oktober.

Penyidik Polda Metro Jaya menyebutkan Teddy diperhitungkan memerintah anak buahnya, AKBP Dody Prawiranegara untuk menyisihkan tanda bukti sabu sekitar 5 kg dari 40 kg sabu yang akan dihilangkan. Tanda bukti itu lalu diganti dengan tawas.

See also  Kasus Tumpahan Minyak Montara, Luhut: Perusahaan Asal Thailand Sepakat Bayar Ganti Rugi Rp 2 Triliun

Penggelapan tanda bukti sabu itu dibongkar oleh Polres Metro Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya. Penyidik mengatakan dari 5 kg sabu itu, sekitar 1,7 kg sudah disebarkan dan tersisa 3,3 kg diambil alih oleh petugas.

Dalam kasus ini, Teddy Minahasa dijaring Pasal 114 Ayat 3 sub Pasal 112 Ayat 2 Jo Pasal 132 Ayat 1 Jo Pasal 55 UU Nomor 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Ia terancam hukuman mati dan minimum 20 tahun penjara.

 

Check Also

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Richard Eliezer Pudihang Lumiu …