Jokowi: Dunia Tidak Bisa Ulangi Kekeliruan saat Pandemi Covid-19, Never Again

Jokowi: Dunia Tidak Bisa Ulangi Kekeliruan saat Pandemi Covid-19, Never Again

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengutamakan dunia jangan mengulang-ulang kekeliruan saat pandemi Covid-19. Menurutnya, pandemi Covid-19 harus jadi pelajaran untuk hadapi genting kesehatan global.

Ini dikatakan Jokowi saat di muka beberapa pimpinan negara dan lembaga internasional saat buka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. Ada 17 pimpinan negara G20 yang datang pada KTT ini.

“Dunia jangan mengulang-ulang kekeliruan saat pandemi Covid-19. Ini ialah pelajaran bernilai untuk mempersiapkan dunia dari genting kesehatan global. _Never again_ harus jadi mantra kita bersama,” kata Jokowi saat sampaikan sambutan pembuka Sesion II KTT G20 seperti ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden.

Menurutnya, sekarang ini dunia sudah makin sembuh dari pandemi Covid-19. Tetapi, Jokowi mengutamakan dunia jangan meleng karena genting kesehatan selanjutnya bisa ada kapan pun.

“Ini kali dunia agar lebih siap. Kesiagaan akan selamatkan nyawa dan perekonomian kita,” katanya.

Karena itu, Jokowi sampaikan G20 harus ambil langkah riil dan selekasnya satu diantaranya, dengan perkuat arsiktektur kesehatan global. Ia menyebutkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) agar lebih bertaring dan kuat.

“Kita perlu WHO yang semakin kuat dan bertaring. Kebersamaan dan keadilan harus menjadi arwah arsitektur kesehatan global,” sebut Jokowi.

“G20 sudah sukses membuat _pandemic fund_. Ini harus dituruti tambahan kontributor permodalan supaya berperan dengan maksimal. Saya ajak semua pihak berperan, Indonesia sudah beri loyalitas 50 juta dolar,” tambahnya.

Disamping itu, ia minta supaya negara berkembang diperbedayakan sebagai sisi dari jalan keluar. Jokowi menjelaskan negara berkembang harus jadi sisi dari rantai suplai kesehatan global, terhitung pusat manufacturing dan penelitian.

See also  Referensi TGIPF Kanjuruhan Supaya Ketua umum PSSI Mundur dari Kedudukan

“Ketimpangan kemampuan kesehatan tidak bisa didiamkan. Negara berkembang perlu kerja sama yang mendayagunakan. Negara berkembang harus jadi sisi rantai suplai kesehatan global, terhitung pusat manufacturing dan penelitian,” terang Jokowi.

Didatangi Pimpinan Dunia

Sebagai info, KTT G20 akan berjalan 15 sampai 16 November 2022. Adapun beberapa pimpinan negara yang datang di KTT G20 diantaranya, Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Long, PM Belanda Mark Rutte, Presiden Rwanda Paul Kagame, Presiden Komisi Eropa Ursula Von der Leyen, Presiden European Council Charles Michael.

Selanjutnya, PM Inggris Rishi Sunak, PM Kanada Justin Trudeau, PM Jepang Fumio Kishida, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, PM Australia Anthony Albanese. Ada juga Sekjen PBB Antonio Guterrez, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Seterusnya, Presiden Korea Selatan Yoon Seuk Yeol, Presiden Argentina Alberto Fernadez, Menteri luar neger Rusia Sergey Lavrov, PM India Narendra Modi, Presiden Uni Emirate Arab Muhammad bin Zayed Al Nahyan.

Lalu, PM Italia Giorgia Meloni, Menlu Brasil Carlos Alberto Franca, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Fiji Ratu Inoke Kubuabola, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden China Xi Jinping, sampai Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Dalam pada itu, pimpinan lembaga internasional yang datang yaitu, Presiden ADB Masatsugu Asakawa, Direktur Jenderal ILO Gilbert F. Houngbo, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, sampai Muhammad Sulaiman Al Jasser sebagai Presiden Islamic Development Bank (ISBD).

 

Check Also

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman Dinas Pemberdayaan, Perlindungan …