Jokowi Meminta Kemendagri Peringatkan Kepala Wilayah Masalah Pengaturan Inflasi

Jokowi Meminta Kemendagri Peringatkan Kepala Wilayah Masalah Pengaturan Inflasi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, berbelanja modal dan berbelanja sosial untuk selekasnya diwujudkan di awal tahun. Kepala negara juga mememinta supaya ke-2 hal itu dijaga dengan detail dan tidak terjerat pada kegiatan rutin.

Jokowi meneruskan, ke kepala wilayah untuk dapat semakin berperanan pada pengaturan inflasi lewat aktivitas berbelanja itu. Ia memerintahlam Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk memberikan perintahnya pada hal itu.

“Saya meminta ke Menteri Dalam Negeri untuk selalu sampaikan ke kepala wilayah dalam pengaturan inflasi. Ini telah dilaksanakan tetapi ada banyak daerah yang belum memberi teguran dan ini terlihat sekali,” tutur presiden saat sidang cabinet pleno di Istana Negara Jakarta,

Jokowi menyebutkan, inflasi pada tiga bulan lalu ada di angka 5,9 dan sukses turun ke 5,7 sampai n ke 5,4. Capian ini, lanjut presiden, memperlihatkan ada perkembangan dari perintah berbelanja yang sudah dilakukan oleh kepala wilayah. Ia yakini hal itu dapat semakin baik saat Menteri Dalam Negeri kembali memberi perintah.

“Ini maknanya wilayah telah lakukan. Tapi dapat masih diberi peringatan kembali supaya semua lakukan dan saya saksikan kelak akan turun dan turun kembali,” berharap Jokowi.

Disamping itu, mendekati awalnya tahun, Jokowi yakin investasi jadi kunci kemajuan ekonomi tahun 2023. Ia menggerakkan supaya beberapa hal berkaitan investasi tetap bertambah dan tidak bisa ditawar.

“Ini benar-benar memengaruhi growth kita. Hingga yang namanya hilirasasi industri stabil akan terus kita kerjakan,” Jokowi tutup.

Kerjasama Antar-Kementerian Diperkokoh

Awalnya, Presiden Jokowi minta supaya antarlembaga bisa perkuat jaringan kerjasama dan menghindar perangkap ego sectoral.

“Kuncinya satu kali lagi kerjasama antara-kementerian dan instansi dan tidak boleh terjerat pada ego sectoral. Kerjakan koalisi data, koalisi kebijakan dan koalisi dari penerapan implikasi,” kata presiden seperti diambil.

See also  Ini Pesan CEO GoTo untuk Pegawainya yang Bisa lolos dari PHK Massal

Masalah taktik besar di tengah-tengah keadaan ekonomi dunia, Jokowi mengingati kembali dengan hal yang terkait kenaikan konsumsi. Utamamya, masalah berbelanja dari pemerintahan, berbelanja APBN, berbelanja APBD, berbelanja BUMN yang perlu dituruti dengan kontrol.

“Ini (kontrol) supaya bisa meningkatkan konsumsi warga. hingga yang bernama pembelian produk dalam negeri itu penting. Tidak dapat ditawar kembali,” meminta Jokowi.

Disamping itu, Jokowi mewanti beberapa korps-nya supaya tidak ada perhitungan yang salah. Hingga bila diperlukan, negara memiliki penyiapan untuk menjaga suplly dan demamd yang teratasi.

“Kita mengetahui jika keadaan dunia tetap tidak baik saja, hingga satu kali lagi saya meminta semua kebijakan yang terkait dengan warga hajat hidup banyak orang benar dikalkulasi, dihitung benar,” Jokowi tutup.

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …