Jokowi Senang Australia Support KTT G20 Bali

Jokowi Senang Australia Support KTT G20 Bali

Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan diskusi bilateral dengan beberapa kepala negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 Bali. Siang hari ini, Jokowi lakukan diskusi dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

“Selamat tiba di Bali kembali, sesudah tatap muka di Bogor pada Juni lalu,” kata Jokowi ke Anthony dalam tatap muka di Apurva Kempinski, Bali..

“Saya suka diberitakan dari menteri saya karena anda memberikan dukungan KTT G20, saya benar-benar menghargakan, saya suka ini akan menolong merealisasikan keinginan G20,” kata Jokowi.

Saat sebelum Anthony, Jokowi telah melangsungkan tatap muka bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, dan Presiden Turki Erdogan.

Jokowi telah berjumpa Anthony Albanese di Bogor, Juni kemarin. Saat itu, Jokowi sampaikan lima point hasil tatap muka bilateral dengan Anthony, yakni sekitar rumor perdagangan dan investasi ke-2 negara.

“Berkenaan desas-desus bilateral, kami lebih konsentrasi bicara berkenaan kerja-sama ekonomi,” kata Jokowi dalam konferensi jurnalis di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 6 Juni 2022.

Pertama, Jokowi menyentuh masalah ekspor produk dengan nilai lebih tinggi dari Indonesia ke Australia. Satu diantaranya ialah ekspor otomotif.

Pada Februari lalu, kata Jokowi, Indonesia telah lakukan ekspor perdana mobil completely built up (CBU) ke Australia. “Saya menginginkan akses ekspor semacam ini terus akan terbuka,” kata Jokowi di muka Albanese.

Ke-2 , Jokowi sampaikan keinginannya ke Albanese ihwal implikasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA. Dia inginkan kesempatan untuk masyarakat negara Indonesia untuk bekerja di Australia terbuka lebih luas. “Terhitung tambahan paket working holiday visa jadi 5.000 peserta /tahun,” kata Jokowi.

See also  Selesai Penemuan Mayat di Kalideres, RT-RW Disuruh Mendekati Tetangga yang Tertutup

Gagasan tambahan paket working holiday visa ini telah ada semenjak IA-CEPA disepekati pada 2019 kemarin. Menteri Perdagangan saat itu, Enggartiasto Lukita, menjelaskan isi persetujuan IA-CEPA bukan sekedar perdagangan barang dan jasa, tetapi bidang pendidikan dan kenaikan kualitas sumber daya manusia.

“Sesudah kesepakatan ini sah ditandatangani, Australia sediakan paket sekitar 4.100 orang untuk memperoleh work and holiday visa, dengan peningkatan 5 % /tahun s/d 5.000 orang,” ucapnya di Hotel JS Luwansa, Senin 4 Maret 2019.

Situs sah Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Australia juga sudah menguraikan elemen kerja-sama IA-CEPA ini. Didalamnya tercatat jika Indonesia akan terima kenaikan working holiday visa dari 1.100 jadi 4.100 pada sebuah tahun.

Lalu, angka ini akan berkembang jadi 5.000 dalam 6 tahun di depan. “Peraturan ini akan memberi pengalaman kerja yang bermanfaat untuk karyawan muda Indonesia, dan menolong Australia untuk keperluan tenaga kerja angin-anginan,” begitu tercatat dalam kerja-sama itu.

Check Also

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia Menteri Pekerjaan Umum dan …