Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Akan Hindari Pemilik CV Samudra Chemical

Kasus Gagal Ginjal Akut, Bareskrim Akan Hindari Pemilik CV Samudra Chemical

Bareskrim Polri kini sedang mengolah surat pencekalan pada pemilik CV Samudra Chemical berinisial E. Pemilik perusahaan yang diputuskan terdakwa dalam kasus gagal ginjal akut ini dikasih surat pencekalan supaya tidak dapat ke luar negeri.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Pipit Rismanto mengutarakan jika surat pencekalan ini sedang diolah. Nanti surat iniakan dikirimkan ke faksi Imigrasi. “Sedang proses ya,” kata Pipit saat dikontak.

Pipit menjelaskan faksinya masih perlu mengurusi administrasi lebih dulu saat sebelum memberikan surat referensi pencekalan ke Imigrasi. “Akan kita urus administrasi. Pencekalan kan tidak dapat dilaksanakan mendadak menangkap,” katanya.

Walau telah diputuskan sebagai terdakwa, E sekarang ini belum ditahan. Pipit menerangkan jika faksinya sedang menanti panggilan ke-2 pada pemilik CV Samudra Chemichal ini.

Pipit juga belum masukkan E ke daftar pencarian orang (DPO). Walau sebenarnya kehadirannya masih dicari polisi.

“Iya kan hanya sampai panggilan ke-2 . Kami telah mempersiapkan surat perintah bawa, kan harus kita mencari dahulu kehadirannya, baru gunakan surat perintah bawa,” katanya.

Dijumpai jika E diputuskan terdakwa sesudah perusahaannya, CV Samudra Chemical ketahuan mengoplos propilen glikol (PG) dengan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Bahan baku itu dioplos lalu dikirimkan ke perusahaan farmasi, yaitu PT Afi Farma Pharmaceutical Industries, PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries, yang menghasilkan obat sirup anak. Senyawa bahan kimia itu disebutkan ada jauh di atas tingkat batasan, hingga mengakibatkan gagal ginjal akut pada anak.

Awalnya, Kepala Pusat Pencahayaan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana, mengatakan faksinya baru terima tiga Surat Pernyataan Diawalinya Penyelidikan (SPDP) dalam kasus produsen obat pemicu gagal ginjal akut pada anak. Walau sebenarnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bareskrim Polri sudah memutuskan empat perusahaan sebagai terdakwa.

See also  Polri Dapatkan Bukti Oplosan PG Pemicu Gagal Ginjal Akut di CV Samudera Chemical

Ketut mengatakan jika dua dari 3 SPDP itu datang dari BPOM sementara satu yang lain dari Bareskrim Polri. BPOM tangani kasus untuk PT Yarindo Farmatama dan PT Universal Pharmaceutical Industries, sementara Bareskrim Polri sudah memutuskan PT Afi Farma dan CV Samudra Chemical sebagai terdakwa.

“Hingga kini kejaksaan telah terima tiga SPDP, dua SPDP dari PPNS BPOM satu SPDP dari Mabes Polri tapi Mabes Polri telah memutuskan satu kembali. Semoga dalam kurun waktu dekat kita telah terima empat SPDP semacam itu,” tutur Ketut, dalam acara Sound of Justice, Sabtu, 19 November 2022.

 

Check Also

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua Richard Eliezer Pudihang Lumiu …