Kompolnas Ingatkan Ferdy Sambo Masih Punyai Loyalis yang Punyai Hutang Budi

Kompolnas Ingatkan Ferdy Sambo Masih Punyai Loyalis yang Punyai Hutang Budi

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas Benny Mamoto mengingati jika Ferdy Sambo masih mempunyai jaringan dan loyalis untuk menolong melepasnya dari jerat hukum.

Dia mengutamakan anjuran Menteri Koordinator Sektor Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md supaya siaga dan tidak dipengaruhi gerakan bawah tanah Ferdy Sambo.

“Ferdy Sambo punyai jaringan dan punyai loyalis, yakni pihak yang berasa hutang budi karena pernah ditolong,” kata Benny Mamoto saat dikontak.

Awalnya Menkopolhukam Mahfud Md menyebutkan ada yang bergerilya ingin tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Ferdy Sambo dibebaskan. Ada juga yang ingin Sambo dijatuhi hukuman.

Tetapi, kata Mahfud, pihaknya dapat amankan hal itu dengan jamin independensi kejaksaan.

“Ada yang ngomong masalah brigjen dekati A dan B, brigjennya siapa saya suruh sebutkan ke saya, kelak saya punyai mayjen banyak kok. Jika Anda punyai Mayjen yang ingin tekan pengadilan atau kejaksaan, di sini saya punyai letjen . Maka dasarnya mandiri saja,” kata Mahfud.

Mahfud memverifikasi jika telah ada usaha untuk mengingati majelis hakim atau kejaksaan, supaya jaga independensi dalam pengatasan kasus itu.

Dia menyentuh tuntutan 12 tahun untuk Richard Eliezer yang menjadi justice collaborator. Tuntutan ini semakin tinggi dari tersangka yang lain yakni Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf. Tetapi tuntutan ini lebih rendah daripada tuntutan untuk Ferdy Sambo, yakni penjara sepanjang umur.

“Silahkan saja, kelak kan masih tetap ada pledoi, ada keputusan majelis. Saya menyaksikan jika Kejagung telah mandiri, dan akan kami dampingi terus,” ucapnya.

Awalnya Beskal Muda Tindak Pidana Umum atau Jampidum Kejaksaan Agung Kejagung Fadil Zumhana, kecewa dengan adanya banyak kritikan pada tuntutan 12 tahun penjara oleh beskal penuntut umum untuk Richard Eliezer.

See also  5 Kesaksian Terang-terangan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

“Dalam tentukan tinggi rendahnya tuntutan pidana ada ketentuannya. Itu tadi yang saya gunakan, saya mengontrol itu. Ada ketentuannya, bukan kita sembarangan. Ini proses penuntutan dikerjakan secara arif dan arif,” tutur Fadil di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …