Mahfud Md: Pengurus PSSI Tidak Mundur Pasca-Tragedi Kanjuruhan Dapat Dipandang Amoral

Mahfud Md: Pengurus PSSI Tidak Mundur Pasca-Tragedi Kanjuruhan Dapat Dipandang Amoral

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan sekalian Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta Mahfud Md menjelaskan, bila pengurus Persatuan Sepak Bola Semua Indonesia tidak mundur sesudah tragedi Kanjuruhan, dapat dipandang amoral. Sampai sekarang peristiwa itu sudah menelan 134 korban jiwa.

TGIPF sudah mengeluarkan beberapa referensi, satu diantaranya minta pengurus PSSI memundurkan diri sebagai wujud tanggung-jawab kepribadian. “Jika tidak mundur tidak ada apa-apa. Secara kepribadian ia dipandang tidak bertanggup jawab, dipandang amoral,” kata Mahfud di Semarang.

Menurut Mahfud Md tidak dibutuhkan peraturan untuk atur pemunduran diri ketua PSSI dan korps-nya sesudah tragedi Kanjuruhan. “Masalah memundurkan diri itu ajakan kepribadian bukan ajakan hukum. Tak perlu ketentuan,” tutur ia.

Mahfud berkata sudah terima hasil test laboratorium gas air mata yang dipakai polisi saat peristiwa. Tetapi, Mahfud menyebutkan hasil pengecekan kandungan kimia gas air mata itu tidak akan memengaruhi ringkasan TGIPF atas peristiwa itu.

TGIPF sudah keluarkan ringkasan jika ratusan orang wafat dalam tragedi Kanjuruan dipacu shooting gas air mata. “Penembakan itu membuat mata perih, sesak napas, selanjutnya orang cemas lari ke satu tempat desak-desakan mati,” sebut ia.

Mahfud menyebutkan, hasil test laboratorium yang dikeluarkan Badan Penelitian dan Pengembangan itu akan dibutuhkan pada proses hukum. “Hasil lab itu dibutuhkan proses hukum pidana di pengadilan,” papar Mahfud Md.

See also  Masalah Perpu KPK, Arsul Sani Balas Kritikan Mahfud Md: Tidak Berani Koreksi Internal Pemerintah

Check Also

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman Dinas Pemberdayaan, Perlindungan …