Majelis Hakim Luluskan Pinjam Tahanan Hendra Kurniawan untuk Sidang Etik Polri

Majelis Hakim Luluskan Pinjam Tahanan Hendra Kurniawan untuk Sidang Etik Polri

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan merestui permintaan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri untuk pinjam tahanan atau bon tahanan untuk tersangka Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan.

“Kami mendapatkan keinginan bon tahanan dari Kadiv Propam untuk sidang kaidah pada Senin esok,” kata Hakim Ketua Ahmad Suhel di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat, benarkan permintaan bon tahanan untuk Hendra Kurniawan untuk sidang etik Senin esok.

“Beritanya Senin depan. Seperti disebut Majelis Hakim keinginan untuk bon sidang etik ada dari Kadiv Propam,” kata Henry setelah sidang.

Awalnya, Komisi Kode Etik Polri sudah mengeluarkan tidak hormat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) empat tersangka obstruction of justice pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat. Mereka ialah Ferdy Sambo, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Agus Nur Patria.

Dalam pada itu ada tiga tersangka yang belum jalani sidang etik, diantaranya Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan, Ajun Komisaris Besar Polisi Arif Rahman Arifin, dan Ajun Komisaris Polisi Irfan Widyanto.

Pada 18 Oktober lalu, Jaksa Penuntut Umum menuntut Hendra Kurniawan dan lima terdakwa lain dengan tuduhan primer Pasal 49 jo Pasal 33 UU No. 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan atas UU No. 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi Electronic jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 48 ayat (1) jo Pasal 32 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 mengenai Peralihan atas UU No. 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan/atau tuduhan primer Pasal 233 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) kedua KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

See also  Saat Kamaruddin Perlihatkan Baju Dengan harga Rp 1 Juta Pemberian Ferdy Sambo ke Brigadir J

JPU menuntut Hendra Kurniawan karena melakukan perintah Ferdy Sambo untuk mengintervensi penyidikan pembunuhan merencanakan Yosua, terhitung merebut dan hilangkan tanda bukti CCTV disekitaran TKP pembunuhan.

 

Check Also

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar Dalam kurun waktu dekat …