Ma’ruf Amin: Munas KAHMI, Tidak boleh Sampai Ada Bangku Melayang-layang

Ma’ruf Amin: Munas KAHMI, Tidak boleh Sampai Ada Bangku Melayang-layang

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, memperjelas sepanjang 1/2 era Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) sudah menunjukkan aktif dan mempunyai peran dalam membuat bangsa.

“KAHMI sudah berkhidmat ke bangsa lewat kerja ekonomi, politik, sosial dan budaya yang berdasarkan pada nilai Islam dan Indonesia,” kata Ma’ruf saat buka Permufakatan Nasional di Palu.

Ia memberi pesan supaya semua berbakti ke umat dan bangsa dan ke umat manusia harus berdiri di atas nilai Islam dan keindonesiaan. Dia menghargai program kerja KAHMI dalam memberikan dukungan keberhasilan jadwal pembangunan pemerintah, diantaranya lewat pengokohan UKM dan tatap muka usaha, atau kegiatan memiliki sifat filantropi dalam rencana pendayagunaan warga.

“Saya meminta program KAHMI makin berkaitan dan pas target secara ciri-ciri pengembangan dan kerjasama,” tutur ia.

Menurutnya, Munas XI KAHMI ialah proses yang vital jadi susunan kekuasaan paling tinggi dalam ambil keputusan, sekalian sarana koalisi semua anggota KAHMI.

“Menjadikan peristiwa Munas menujukan jika KAHMI menjadi mode demokrasi yang sopan dan pintar. Janganlah sampai ada bangku melayang-layang,” pesan Ma’ruf.

Keinginan Munas
Ia mengharap Munas bisa hasilkan kepemimpinan KAHMI yang kompak dan referensi peraturan yang vital. Selanjutnya hasilkan gagasan tindakan yang kongkret atau pimpinanan yang transformatif dan inovatif dan bisa memacu perkembangan organisasi yang faedah untuk umat negara dan bangsa.

Dalam pada itu, Koordinator Presidium KAHMI, Ahmad Doli Kurnia, mengharap Permufakatan Nasional kesebelas KAHMI di Palu hasilkan ide dan pertimbangan baru untuk organisasi.

“Silahkan kita isikan dengan beberapa pikiran pintar, misi baru, gagasan baru, ide baru, mengenai pergerakan KAHMI untuk 5 tahun di depan, untuk Indonesia yang lebih bagus, semakin maju, sejahtera, dan untuk kebutuhan umat, islam dan kemasyhuran kita,” ucapnya.

See also  Dewan Kesenian Jakarta Sangkal Ada Kekacauan dalam Permufakatan Kesenian di TIM

Munas kesebelas KAHMI di Palu, 24-27 November 2022. Jadwal lima tahunan itu direncanakan pilih sembilan presidium baru dari 40 nama yang dipastikan bisa lolos sebagai akan calon. Beberapa akan calon itu sebagai wakil tiga kelompok pertama politikus, ke-2 akademiki dan birokrasi, dan ke-3 pebisnis, professional dan LSM.

 

Check Also

Kementerian PUPR Membangun jaringan Sistem Penyediaan Air Minum di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar

Kementerian PUPR Membangun jaringan Sistem Penyediaan Air Minum di Lombok, Nilai Proyek Rp 30,8 Miliar …