Menteri luar neger: Keadaan Myanmar Tidak Bisa Menghalangi Perubahan ASEAN

Menteri luar neger: Keadaan Myanmar Tidak Bisa Menghalangi Perubahan ASEAN

Menteri Luar Negeri (Menteri luar neger) Retno Marsudi menjelaskan, keadaan di Myanmar jangan menghalangi perubahan ASEAN.

Hal tersebut dikatakannya saat memberi info jurnalis secara online dari Kamboja, Rabu. “Keadaan Myanmar jangan menghalangi perubahan ASEAN,” tutur Retno dikutip dari siaran di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Kedatangan Retno di Myanmar dalam rencana menemani Presiden Joko Widodo mendatangi Pertemuan Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-40 dan ke-41 yang diadakan di Phnom Penh. Retno menerangkan, KTT ASEAN ke-40 dan 41 akan diadakan dalam plenary sesi dan treaty sesi.

Dalam plenary sesi, akan mengulas berkenaan pengokohan kemampuan lembaga dan efektifitas ASEAN. Sementara untuk treaty sesi ada dua rumor besar yang hendak diulas.

“Yaitu jalinan ASEAN dengan faksi luar tentu saja terhitung rintangan external yang ditemui oleh ASEAN dan permasalahan Myanmar,” terang Retno.

“Diharap beberapa pimpinan ASEAN bisa ambil sikap dan cara dalam memberi respon keadaan di Myanmar. Khususnya tidak ada loyalitas dari militer myanmar dalam tindak lanjuti five poin consensus,” ucapnya.

Retno menjelaskan, hasil usaha beberapa pimpinan ASEAN ini akan kelihatan hasilnya bila ada usaha militer Myanmar untuk tindak lanjuti lima point kesepakatan yang awalnya telah disetujui.

Akan tetapi, lepas dari kekesalan karena tidak ada perkembangan tindak lanjut dari beberapa poin kesepakatan oleh militer Myanmar, Retno yakini ASEAN tetap memberi fokus untuk menolong rakyat Myanmar. “Terhitung lewat sumbangan kemanusiaan,” ucapnya.

Retno meneruskan, untuk menyiapkan retreat beberapa pimpinan ASEAN yang hendak mengulas rumor Myanmar pada 11 November, beberapa Menteri luar neger ASEAN akan berjumpa pada Kamis ini Maksudnya untuk mengulas referensi seterusnya yang hendak dikatakan ke beberapa pimpinan ASEAN pada 11 November.

See also  LBH Medan Kritikan Polrestabes Medan Terima Laporan Sukarelawan Bobby Nasution Masalah Pencemaran Nama Baik

“Tatap muka beberapa menteri luar neger ini sebagai tindak lanjut dari tatap muka khusus beberapa menteri luar neger ASEAN yang diselengggarakan di Sekretariat ASEAN Jakarta pada 27 Oktober lalu,” lebih Retno.

Sebelumnya telah dikabarkan, beberapa menteri luar negeri Asia Tenggara mulai berjumpa di Jakarta pada Kamis untuk mengulas bagaimana mengawali proses perdamaian yang berhenti di Myanmar yang terkuasai militer. Selama ini, keadaan di Myanmar dipandang mencemaskan.

Beberapa puluh orang meninggal dalam beberapa minggu paling akhir saat kekerasan bertambah. Dikutip Reuters, tatap muka di sekretariat ASEAN tidak didatangi perwakilan dari Myanmar.

Beberapa jenderal Myanmar sudah dilarang dari tatap muka tingkat tinggi ASEAN semenjak tahun kemarin, saat tentara menjatuhkan pemerintahan dipilih juara Nobel Aung San Suu Kyi.

Pemerintah pasca-kudeta meredam Suu Kyi dan beberapa ribu aktivis. Mereka mengeluarkan perlakuan keras mematikan yang sudah memunculkan pergerakan perlawanan membawa senjata.

Ketua ASEAN yang sekarang ini digenggam Kamboja menjelaskan, perbincangan itu mempunyai tujuan untuk hasilkan referensi mengenai bagaimana menggerakkan proses perdamaian di Myanmar.

Faksi Myanmar sendiri sudah diundang untuk mengirimi perwakilan non-politik ke tatap muka di Indonesia. Namun junta tidak sepakat.

ASEAN pimpin usaha perdamaian internasional tapi junta tidak banyak berbuat untuk menghargai komitmennya dalam gagasan perdamaian yang disetujui dengan barisan itu tahun kemarin. Lima point “kesepakatan” terhitung pemberhentian selekasnya kekerasan dan mengawali diskusi ke arah persetujuan damai.

Check Also

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia Menteri Pekerjaan Umum dan …