Polisi Cabut Ijin Berdendang Bergoyang Festival, Panitia Dipandang Abai Peringatan

Polisi Cabut Ijin Berdendang Bergoyang Festival, Panitia Dipandang Abai Peringatan

Panitia acara Berdendang Bergoyang Festival dipandang tidak menghiraukan peringatan polisi hal limitasi pemirsa. Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Komarudin menjelaskan jika kelebihan kemampuan di lokasi acara terjadi semenjak hari awal.

Selanjutnya pihak pelaksana sempat diundang ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 28 Oktober 2022. Masalah lajur penyelamatan yang tertutup stan atau pentas jadi bahan penilaian.

“Siangnya kami telah panggil management, kita undang mereka ke polda untuk memperjelas supaya panitia berlakukan limitasi. Dari 5 pentas yang ada, kami meminta hanya tiga,” katanya pada reporter.

Ia menjelaskan, awalnya panitia ajukan ijin keramaian sekitar tiga ribu pemirsa ke Polres Metro Jakarta Pusat. Selanjutnya pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta dan Satuan tugas Covid-19, jumlah pemirsa yang tercantum sekitar lima ribu.

Sesudah diundang Polda Metro Jaya, jumlah pengunjung juga optimal sampai 10 ribu sama sesuai daya tampung tempat Istana olahraga Senayan. Lantas, kata Komarudin, ditemukan fakta cuma ada satu tenda klinis dengan 5 orang petugas didalamnya.

Banyak pemirsa yang berbaris untuk menanti pelayanan kesehatan sampai jatuh tidak sadarkan diri. Dari jumlahnya pentas konser yang dipakai sejumlah lima juga disuruh supaya dikurangkan jadi tiga saja.

“Selanjutnya tambahan jumlah petugas kesehatan dan limitasi jumlah pengunjung sampai optimal 10 ribu. Tetapi ini juga tidak diindahkan, tadi malam kami mendapati jumlah pengunjung yang masuk terdaftar dari pintu satu dan pintu dua itu 21.500 lebih, di luar dari panitia,” kata Komarudin.

Sama-sama dorong pengunjung disekitaran Gelora Bung Karno

Menurut dia, tadi malam sempat terjadi kejadian sama-sama dorong antarpengunjung sekitaran Gelora Bung Karno. Kebenaran ada juga pentas dari acara yang lain mengakibatkan pemirsa melewati kemampuan.

See also  Penghentian Anies Baswedan, Tito Karnavian: Insya Allah Husnul Khotimah

“Karena dalam tidak memungkinkannya untuk ditambahkan lagi, tetapi pengunjung yang di luar ingin masih tetap masuk ke, terjadi dorong-dorongan, ada yang tidak sadarkan diri, lecet-lecet,” katanya.

Pada akhirnya acara hari ke-3 di hari ini gagal. Ingat konser itu diadakan tanggal 28, 29, dan 30 Oktober 2022.

Polres Metro Jakarta Pusat mengirim referensi pencabutan acara ke Polda Metro Jaya karena pemikiran yang diperhitungkan tidak dipatuhi panitia. “Kami juga membuat referensi supaya ijin ini hari ditarik atau mungkin tidak bisa dilaksanakan karena beberapa pemikiran yang tidak diindahkan,” ucapnya.

Sekarang ini, 2 orang panitia masih dicheck untuk dijelajahi masalah kelebihan kemampuan pemirsa. Karena jumlah ticket yang diciptakan tidak sesuai daya tampung Istora Senayan.

 

Check Also

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar Dalam kurun waktu dekat …