Polri Dapatkan Bukti Oplosan PG Pemicu Gagal Ginjal Akut di CV Samudera Chemical

Polri Dapatkan Bukti Oplosan PG Pemicu Gagal Ginjal Akut di CV Samudera Chemical

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mendapati tanda bukti pengoplosan propilen glikol (PG) yang diperhitungkan mengakibatkan kasus gagal ginjal akut. Penemuan bukti selesai dilaksanakan pemeriksaan di CV Samudera Chemical.

“Kami telah periksa dan mendapati tanda bukti pengoplosannya ya,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Pipit Rismanto di Jakarta.

Penyidik Bareskrim Polri sendiri sudah memutuskan CV Samudera Chemical sebagai terdakwa korporasi dalam kasus gagal ginjal akut yang mengakibatkan beberapa ratus anak wafat. Perusahaan punya E ini bisa dibuktikan menghasilkan obat sirop terkontaminasi zat kimia beresiko.

Menurut Pipit, penemuan tanda bukti oplosan itu jadi dasar untuk polisi memutuskan terdakwa dalam kasus obat sirop diperhitungkan terkontaminasi zat kimia beresiko.

“Ya, yang diperhitungkan diketemukan ada 42 drum. 42 drum itu propilen glikol yang diperhitungkan memiliki kandungan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG),” ungakp Pipit, seperti diambil dari Di antara.

EG dan DEG sebagai senyawa yang susunannya simpel, tetapi mempunyai tingkat toksisitas yang tinggi. Hal tersebut ditata dalam European Food Safety Agen (EFSA) dan Food and Drug Administration (FDA) dan sudah ditempatkan dalam perincian toxic substances, hingga pemakaiannya dilarang di Indonesia.

Dalam pada itu, PG dibolehkan pemakaiannya dengan batasan tertentu sebagai zat pelarut dan pembawa beberapa zat yang tidak konstan atau tidak bisa terlarut di air.

Pemilik CV Samudera Chemical Kabur

Dalam pemeriksaan di CV Samudera Chemical, polisi mendapati sembilan drum teridentifikasi kandungan EG dan DEG raih 52 % sampai 99 %, sementara tingkat batasan cemaran ke-2 senyawa itu cuma 0,1 %.

See also  Sidak Apotek di Bekasi, Etalase Obat Sirop Ditutupi Kain

Penyidik sudah lakukan penyegelan pada dua perusahaan yang diputuskan sebagai terdakwa, yaitu PT Afi Farma dan CV Samudera Chemical, dengan memasangkan garis polisi.

“Ya polisi telah memasangkan police line,” lebih Pipit.

Sesudah penentuan terdakwa, penyidik lakukan pengkajian untuk cari beberapa pihak yang lain turut serta dalam kasus itu, terhitung darimanakah CV Samudera Chemical memperoleh PG itu.

Usaha pengkajian pada CV Samudera Chemical memakan waktu ingat pemilik perusahaan berinisial E diperhitungkan larikan diri.

Semenjak penyidik mendapati beberapa drum berisi EG dan DEG di wilayah Tapos, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/11), kehadiran E tidak dijumpai.

“Sedang dipelajari karena pelaku larikan diri,” tutur Pipit.

 

Check Also

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman

16 Hari Kampanye Anti-Kekerasan pada Perempuan dan Anak, DKI Buat Ruang Aman Dinas Pemberdayaan, Perlindungan …