Sambo Marah Selesai CCTV Diberikan ke Polres Jaksel: Siapakah yang Perintahkan?

Sambo Marah Selesai CCTV Diberikan ke Polres Jaksel: Siapakah yang Perintahkan?

Jaksa ungkap peristiwa Ferdy Sambo marah ke anak buahnya karena rekaman CCTV sekitaran tempat tinggalnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan, diberikan ke penyidik Polres Jakarta Selatan. Seperti apakah?
Hal tersebut tersingkap dalam surat tuduhan Mantan Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri, Kompol Chuck Putranto, saat dibacakan jaksa dalam sidang di PN Jaksel. Anak buah yang dimarahin Sambo ialah Kompol Chuck.

Chuck dimarahin Ferdy Sambo pada 11 Juli 2022 sekitaran jam 10.00 WIB di ruang Divisi Propam Polri. Waktu itu, Ferdy Sambo menanyakan masalah kehadiran rekaman CCTV. Berikut pembicaraannya:

Ferdy Sambo: ‘CCTV di mana?’
Chuck Putranto: ‘CCTV mana, Jenderal?
Ferdy Sambo: ‘CCTV sekitaran rumah’

Waktu itu Chuck menjelaskan rekaman CCTV telah diberikan ke Polres Jakarta Selatan yang tangani kasus sangkaan penghinaan Putri Candrawathi. Saat tersebut Ferdy Sambo membentak Chuck.

“Saksi Ferdy Sambo ucapkan, ‘Siapa yang perintahkan?’ selanjutnya dijawab oleh tersangka ‘siap’. Seterusnya saksi Ferdy Sambo minta tersangka dengan berbicara: ‘Kamu mengambil CCTV-nya kamu copy dan kamu saksikan isinya’. Selanjutnya saksi Ferdy Sambo meneruskan ucapannya dengan suara marah, ‘Lakukan, tidak boleh banyak bertanya, jika terjadi apa-apa saya tanggung-jawab,'” papar jaksa.

Kemudian, Chuck Putranto mengontak penyidik Polres Jaksel namanya Rifaizal Samual dan menjelaskan ia akan ambil DVR CCTV. Waktu itu, Rifaizal, kata jaksa, sempat menanyakan argumen Chuck ambil video itu kembali.

“Tetapi dijawab oleh tersangka ‘perintah bapak’, seterusnya tersangka ke arah Polres Jakarta Selatan dan berjumpa dengan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk ambil DVR CCTV yang terbungkus plastik hitam yang selanjutnya diletakkan tersangka di mobil Toyota Innova No Pol B-1617-QH kepunyaannya,” tutur jaksa.

See also  2 Perusahaan Farmasi Terancam Pidana 10 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar masalah Cemaran EG dan DEG

Dalam kasus ini, Chuck Putranto dituduh dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 dan Pasal 48 juncto Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 mengenai Peralihan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 mengenai Info dan Transaksi Electronic (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan Pasal 233 KUHP dan Pasal 221 ayat 1 kedua juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

 

Check Also

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar

Gerindra-PKB Masih tetap Ingin Dirikan Sekber di tengah Rumor Perjodohan Prabowo-Ganjar Dalam kurun waktu dekat …