TB Hasanuddin Sebutkan Presiden Sampaikan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

TB Hasanuddin Sebutkan Presiden Sampaikan KSAL Yudo Margono Calon Panglima TNI

Anggota Komisi I DPR RI fraksi PDIP, TB Hasanuddin menjelaskan jika KSAL Laksamana TNI Yudo Margono dipilih Presiden Joko Widodo sebagai calon Panglima TNI.

“Saya bisa info jika yang dipilih itu ialah KASAL,” katanya sesudah rapat Komisi I.

TB menjelaskan jika yang disodorkan dan direferensikan oleh presiden cuman satu nama saja. “Sama sesuai ketentuan, cuman satu nama saja,” katanya.

Disamping itu, ia tidak mempersoalkan bila Yudo Margono direferensikan sebagai calon Panglima TNI yang baru. Karena menurut dia, kepala staff dari darat, laut, atau udara, telah sesuai ketentuan perundang-undangan dan penuhi syarat.

“Lalu siapakah yang diputuskan? Kita berikan hak prerogatif ke Presiden, dan presiden pilih kepala staff angkatan laut, untuk kami usai. Silahkan kita membawa ke bugar and proper tes,” ucapnya.

Penyerahan Surpres
Berkenaan agenda surpres calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa, akan dikerjakan di hari ini, yang selanjutnya pada Selasa akan dibawa ke Bamus dan akan diberikan untuk tes kelaikan di Komisi I.

“Hingga gagasannya, Rabu akan dikerjakan tes kelaikan,” ucapnya.

Setelah itu, keputusan itu akan diberikan ke pimpinan DPR dan pada Kamis-nya akan dikerjakan Sidang Pleno. Sesudah sidang usai, akan dikembalikan ke presiden nama yang sudah disetujui atau disepakati menjadi Panglima TNI yang baru.

Yang diharap dari Panglima TNI baru
jika ada 5 hal yang ia prediksi untuk dikeduk dalam masalah ini, yaitu:

1. Mempunyai sebuah keinginan dan permintaan dari semua fraksi jika semua prajurit TNI harus berdasar ke ketentuan perundang-undangan yang ada dan jaga netralitas. Ditambah mendekati 2024 yang mana sebagai tahun politik.

See also  KNKT Sebutkan Truk ODOL Bahaya di Jalanan dan Pemicu Kecelakaan Kapal

2. Panglima TNI yang baru harus sanggup tingkatkan disiplin. Karena berdasar data yang ada, disiplin prajurit kurang lebih mulai turun.

3. Panglima yang baru harus sanggup lakukan upaya-upaya training dan pengajaran dalam rencana jaga profesionalisme sebagai prajurit professional.

4. Panglima TNI harus sanggup melanjutkan Renstra minimum essential force. Yang paling akhir yakni 2011 dan 2024.

5. Panglima TNI harus juga sanggup tingkatkan kesejahteraan prajurit.

 

Check Also

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali

Meresmikan Bendungan Tamblang Memiliki biaya Rp820 Miliar, Jokowi: Uangnya Banyak Sekali Presiden Joko Widodo atau …