Viral Anies Menyelamatkan Rp 23,3 T, Staff Sri Mulyani Membuka Suara

Viral Anies Menyelamatkan Rp 23,3 T, Staff Sri Mulyani Membuka Suara

Bermacam rumor sering tersebar di Twitter, terkini ada rumor di sosial media itu yang menjelaskan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disebutkan sukses menyelamatkan uang negara Rp 23,3 triliun.
Tetapi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menentang cerita yang menyebutkan Anies Baswedan selamatkan kelebihan tunjangan profesi guru (TBG) sejumlah Rp 23,3 triliun. Adapun peristiwa ini berjalan tahun 2016, saat Anies Baswedan masih memegang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Account Twitter @s*ta*m*nga*a ialah yang pertama menarasikan Anies Baswedan menyelamatkan uang negara Rp 23,3 triliun. Dalam tulisannya, disebut jika kelebihan anggaran TKD karena kekeliruan Kemenkeu yang mentransfer umumnya.

Staff Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menjelaskan, kelebihan anggaran muncul karena sasaran sertifikasi guru yang dikatakan Kemendikbud ke Kemenkeu tidak capai sasaran. Walau sebenarnya, bendahara negara membagikan anggaran berdasar data Kemendikbud.

“Nach pada tahun 2016, hasil rekonsiliasi mendapati jika sasaran jumlah guru bersertifikat tidak terwujud seperti data yang dikatakan Kemendikbud awalnya, hingga anggaran TPG rupanya berlebihan alias over-budget sejumlah Rp 23,3 triliun,” catat Prastowo dalam account Twitter pribadinya.

Karena itu Kemendikbud menyuratkan Kemenkeu jika ada kelebihan anggaran yang ditransfer ke pemerintah daerah (Pemda) untuk pembayaran tunjangan profesi guru. Hal tersebut dipandang lumrah dan sama sesuai ketentuan hanya karena Kemendikbud yang mengetahui jika sasaran sertifikasi yang dikatakan tidak terwujud, dan anggaran telah telanjur disuruh.

Sesudah ada surat dari Kemendikbud, Kemenkeu sampaikan ke Pemda jika akan kurangi anggaran dana alokasi khusus (DAK) non fisik sejumlah Rp 23,3 triliun. Lantas, kelebihan anggaran itu kembali dimasukkan pada APBN.

“Jadi terang Kemenkeu tidak akan biarkan tiap rupiah anggaran dimanipulasi apa lagi jadi ‘bancakan’. Silahkan bersama yakinkan APBN kita selalu terbuka dan akuntabel,” terangnya.

See also  Dulu Ngomong Cocoknya untuk Kolam Lele, Saat ini Prasetyo Edi Sebutkan Sumur Resapan Program Baik

Karena ada keterangan ini, Prastowo minta supaya kelebihan anggaran tunjangan profesi guru sebesar Rp 23,3 triliun pada 2016 di zaman Anies Baswedan tak perlu dipermasalahkan kembali.

“Kemenkeu dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati (SMI) melakukan pekerjaan dan tanggung-jawab. Kemendikbud dan Pak Anies dengan membuat laporan melakukan pekerjaan dan tanggung-jawab. Sekiranya tidak memerlukan pertentangan baru. APBN ditolong dan ini bagus untuk rakyat. Hormat untuk beberapa guru kita!” papar Prastowo.

Sebagai info, tunjangan profesi guru diberi pemerintah sebagai wujud penghargaan atas profesionalitasnya. Tunjangan itu diberi berdasar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2009 mengenai Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Tunjangan Khusus Guru Dan Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor.

Dalam masalah ini, tunjangan profesi guru diberi sebesar 1x gaji dasar setiap bulan untuk guru yang sudah mempunyai sertifikat pengajar dan penuhi syarat.

Data jumlah guru yang bersertifikat (memiliki hak atas tunjangan profesi guru) didapat Kemenkeu dari Kemendikbud. Berdasar data itu, Kemenkeu mempersiapkan peruntukan bujetnya dalam APBN dan membagikannya lewat DAK nonfisik ke Pemda untuk dibayar ke masing-masing guru.

Check Also

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik

Polda Metro Jaya Kembali Aktifkan Tilang Manual, Ini Pelanggaran yang Dibidik tuntunan Direktorat Lalu Lintasi …