Yaqut Meminta Beberapa ribu Kader Banser DKI Menjaga NKRI dan Ulama

Yaqut Meminta Beberapa ribu Kader Banser DKI Menjaga NKRI dan Ulama

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas minta kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk jaga NKRI dan ulama. Dia memandang hal tersebut sisi dari bentuk cinta dan pengabdian ke dan negara.

“Banyak yang akui menyukai Indonesia, tetapi malas melakukan perbuatan untuk jaga kenyamanan dan kerukunan negeri ini . Maka satu kali lagi pekerjaan kita ialah jaga kesatuan negara dengan semua ketidaksamaan dan keberagaman yang berada di dalamnya,” kata Yaqut di Jakarta, diambil dari situs sah Kementerian Agama.

Pesan itu Yaqut berikan saat dia buka Pengajaran dan Latihan Dasar Besar Satkorwil Banser DKI Jakarta yang dituruti lebih dari 1000 peserta.

Dalam peluang itu, Ketua Umum GP Ansor ini menerangkan kesatuan NKRI ialah harga mati sama seperti yang sudah diperjuangkan beberapa pejuang saat merampas kemerdekaan dari penjajah. “Tidak seluruhnya orang menjadi Banser . Maka untunglah anda semuanya yang ini hari dan sekian hari di depan bisa tergabung dan jadi keluarga baru Banser,” tutur ia.

Menurut Yaqut, sekarang ini masyarakat Indonesia tak perlu mengusung bambu lancip, mempertaruhkan nyawa dan harta untuk menantang penjajah. Dia memandang yang diperlukan saat ini ialah ketegasan hati dalam jaga NKRI dan ulama sebagai instruksi dari beberapa perintis yang sudah berusaha keras memerdekakan dan mempersatukan negara ini.

“Indonesia ini ada karena keanekaragamannya. Betul jika tanpa Islam negara ini tidak ada. Tetapi juga tanpa Kristen, Khatolik, Hindu, Budha dan Konghucu negara ini belum pasti ada,” tutur Yaqut.

Saat Yaqut Singgung Masalah Kualat Kiai di Depan Beberapa ribu Kader Ansor
Yaqut Cholil Qoumas sempat menyentuh masalah kualat kiai saat mendatangi apel waspada Ansor dan Banser di Alun-alun Kidul Yogyakarta.

See also  Telkomsel Incar Angkatan Muda dan Korporasi

Dalam apel yang didatangi beberapa ribu kader GP Ansor dan Banser untuk mengingati Maulid Nabi Muhammad itu, Yaqut minta beberapa kader selalu berhati hati dalam mengambil langkah dan melakukan instruksi beberapa kiai. “Jangan sampai lakukan suatu hal yang membuat kalian kualat,” kata Yaqut yang Menteri Agama itu.

Yaqut memberikan contoh, tindakan kualat itu diantaranya saat tidak patuh pada perintah kiai dan cuma diam saat ada pihak yang coba mencabik persatuan-kesatuan NKRI.

“Kualat itu ibarat menantang perintah kiai, biarkan mereka yang merongrong NKRI, itu namanya kualat,” kata Yaqut. Ia juga menyebutkan bila ada pejabat yang korupsi itu kualat. Begitu halnya anggota Dewan Perwakilan Wilayah atau DPD yang tak pernah ke kantor . Maka anggota DPR tidak perjuangkan kebutuhan rakyat, kata Yaqut, kualat.

“Jadi Banser tidak lakukan apapun kualat,” kata Yaqut.

Yaqut juga menyentuh masalah dianya yang sekarang dipilih Presiden Joko Widodo atau Jokowi memegang sebagai Menteri Agama. “Sekarang ini bila pimpinan dari Ansor dan Banser memperoleh instruksi dari Presiden untuk menjadi satu diantara pembantunya, ya wajar-wajar saja,” katanya.

Yaqut menjelaskan, yang terpenting sekarang ini bukan pangkat dan kedudukan.

“Yang terpenting untuk kita sebagai kader Ansor dan Banser ialah bagaimana kita sanggup lakukan suatu hal yang berguna, itu yang terpenting,” tutur ia. Karenanya, katanya, jika jadi menteri tidak ada faedahnya ya tak perlu jadi menteri.

“Wong tidak ada fungsinya,” katanya. Menurut Yaqut, bila jadi anggota DPD tidak ada faedahnya, tidak perlu jadi senator. Begitupun bila jadi anggota dewan tidak ada faedahnya, tidak perlu jadi anggota DPR.

“Lebih bagus jadi Banser yang tidak ada upahnya tetapi berguna untuk semua kehidupan masyarakat,” kata Yaqut.

See also  Marullah Matali dari Sekda Jadi Deputi Gubernur, Heru Budi: Supaya Dapat Tolong Saya Lebih Gesit

Menurut Yaqut, yang perlu itu dalam tiap karier yang dijalankan beberapa kader Ansor-Banser dapat lakukan suatu hal yang berguna.

“Banser jika diperintah kiai jaga sepeda waktu pengajian ada faedahnya tidak? Jika ada faedahnya kerjakan,” katanya.

“Jika diperintah kiai untuk jaga sandal ada faedahnya tidak? Tiap perintah kiai tentu ada faedahnya dan Banser jangan menampik apa saja perintah kiai.”

Yaqut menjelaskan, tanpa kader-kader Ansor dan Banser, belum pasti Indonesia ini sama seperti yang dipikirkan sekarang ini. “Ansor-Banser tak pernah terlepas dari tiap adegan riwayat bangsa ini,” katanya.

Check Also

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia

Pemeliharaan Sungai Ciliwung Dapat Jadi Ukuran Perawatan Sungai Lain di Indonesia Menteri Pekerjaan Umum dan …